UIN Sultan Thaha Jambi Sediakan Pusat Kajian Disabilitas di Provinsi Jambi
Tujuan dibentuknya Pusat Kajian Disabilitas UIN Sultan Thaha Jambi untuk memberikan sumbangsih kepada Provinsi Jambi terkait disabilitas.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada kegiatan Diskusi Suara Teman Tuli dan Problematikanya Sabtu (28/8/2021) kemarin Kepala Pusat Kajian Disabilitas UIN Sultan Thaha Jambi, Dr. Syahran Jailani juga sempat memaparkan soal Pusat Kajian Disabilitas di UIN Sultan Thaha Jambi.
Dia mengatakan tujuan dibentuknya Pusat Kajian Disabilitas UIN Sultan Thaha Jambi untuk memberikan sumbangsih kepada Provinsi Jambi terkait disabilitas.
"Bagaimana UIN Sultan Taha Jambi berkontribusi bagi dunia pendidikan terutama dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang selama ini mungkin untuk adik-adik kita yang disabilitas kurang terjamah, kami diberi amanah bagaimana Provinsi Jambi punya pusat kajian yang khusus mengkaji menelaah teman-teman komunitas disabilitas di Jambi," ujarnya.
Diharapkan dengan adanya Pusat Kajian Disabilitas ini, UIN Sultan Thaha Jambi dapat memberikan sumbangsih dalam konteks dari naskah-naskah akademik terkait keberadaan teman-teman disabilitas, khususnya anak-anak yang memiliki potensi untuk berkiprah di dunia pendidikan.
"Andaikan anak-anak kita ini setelah dari SLB tingkat SD hingga SMA dan mereka ingin ke Perguruan Tinggi, maka kita mencoba berikan pendampingan dalam bentuk informasi disabilitas.
Tentunya membantu pemerintah daerah khususnya dunia pendidikan dimana Pusat Kajian Disabilitas UIN Sultan Thaha Jambi memfasilitasi teman-teman dan guru terutama SLB N Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, bagi mereka yang ingin meningkatkan kompetesi keilmuannya dalam bentuk penulisan artikel disabilitas maka pusat kajian disabilitas sultan jambi sudah siapkan jurnalnya.
Pusat Kajian Disabilitas UIN Sultan Thaha Jambi juga turut mengajak semua pihak untuk turut peduli dan berbagi informasi seputar dunia disabilitas.
Perlu diketahui, Pusat Kajian Disabilitas di Provinsi Jambi baru ada di UIN Sultan Thaha Jambi.
"Pusat Kajian disabilitas UIN STS Jambi keberadaannya tentu mengisi ruang-ruang kosong apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman pemerhati hingga guru-guru disabilitas, kami mencoba memfasilitasi sepanjang yang memiliki kewenangan dengan kami terkait dengan kajian-kajian yang secara akademis bisa dipertanggungjawabkan," ujar Syahran.
"Kami berharap komunitas-komunitas yang peduli terhadap disabilitas bekerjasama dengan kami, sesuai dengan topoksi yang kami miliki karena tidak semua problem disabilitas bisa kami fasilitasi, mana sisi-sisi yang bisa kami lakukan kita lakukan," tambahnya.
Saat ini kampus mendalo UIN Sultan Thaha Jambi juga sedang membangun beberapa gedung dan beberapa ruang belajar untuk penyandang disabilitas.
"Kami berharap masukkan masukkan seperti apa kampus atau salah satu ruangan yang bisa memfasilitasi teman-teman disabilitas, dan kami ingin mendengar masukan ruang belajar seperti apa yang ideal untuk kampus disabilitas sehingga teman-teman disabilitas yang masuk ke UIN Sultan Thaha Jambi terlayani dengan baik," jelasnya.
Dimas Dwi Putra, Mahasiswa Disabilitas UIN Sultan Thaha Jambi yang juga menghadiri kegiatan diskusi berharap, teman-teman disabilitas agar terus semangat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti dirinya.
"Saya mengajak semua anak disabilitas ayo jangan malu dan jangan takut untuk melanjutkan pendidikan kalian, karena tidak ada yang tidak bisa dan tidak ada yang tidak mungkin, dan saya berterima kasih kepada guru-guru saya yang ada di SLB yang telah membimbing saya sampai saya masuk ke perguruan tinggi terima kasih," tutupnya.