Bea Cukai Jambi Ringkus Penyelundup Rokok Ilegal, Punya Jaringan di Jawa-Kalimantan

Bea Cukai Jambi berhasil ungkap jaringan penjualan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau, jenis rokok tanpa dilekati pita melalui sejumlah marketplace.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Bea Cukai Jambi berhasil ungkap jaringan penjualan rokok ilegal. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Bea Cukai Jambi berhasil ungkap jaringan penjualan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT), jenis rokok tanpa dilekati pita melalui sejumlah marketplace.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jambi, Heri Susanto mengatakan, saat penangkapan awal beberapa hari lalu, timnya berhasil meringkus 2 orang berinsial H dan A.

Kedua pelaku memanfaatkan seluruh marketplace untuk pengiriman rokok ilegal tersebut.

"Total ada 160.200 batang rokok ilegal yang kita amankan," kata Heri, Selasa (17/8/2021).

"Total perkiraan nilai barang atas penindakan rokok ilegal tersebut senilai Rp 23.600.000 dan perkiraan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp32.745.000," bilangnya.

Heri menjelaskan, rokok ilegal tersebut akan dikirim ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Bea Cukai setempat. 

Lebih lanjut, kata Heri, jaringan pelaku penyeludupan rokok ilegal tersebut beraksi dengan modus  menyamarkan tampilan nama barang di berbagai marketplace.

Untuk mengelabui pihak ekspedisi, rokok ilegal tersebut diubah menjadi tampilan produk masker, minuman, hingga aksesoris pernikahan.

Penangkapan ini sendiri, kata Heri, berawal saat timnya koordinasi dengan pihak jasa kiriman dan ekspedisi.

Baca juga: Tarif Tes PCR Turun, IDI Jambi: Kenapa Tidak dari Dulu  

Baca juga: Wali Kota Jambi Larang Dinkes dan RS Beli Alat Testing Covid-19 Online

Baca juga: Pemda Niat Pinjam Rp 300 Miliar, Fraksi di DPRD Batanghari Tolak Pembangunan Gedung Baru

Kemudian, tim berhasil menemukan dan memeriksa sarana pengangkut darat berupa mobil mini bus beserta satu sopir dan satu penumpang yang akan melakukan pengiriman barang ke pengusaha jasa kiriman dan ekspedisi di Kota Jambi. 

"Saat penindakan berlangsung, kita juga temukan barang pendukung lainnya, yakni plat nomor kendaraan palsu, senjata tajam berupa badik, buku catatan pengiriman rokok ilegal, serta identitas pelaku," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku dikenakan pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yaitu "Barangsiapa menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual Barang Kena Cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.".

"Namun, yang kita tetapkan sebagai tersangka hanya satu, yaitu yang berinisial H, dan sudah ditahan di Mapolda Jambi," tutup Heri.
 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved