Berita Tanjabbar

Dampak Pandemi Covid-19 Dua Pemuda Asal Riau Jadi Kurir Sabu, Diamankan Polres Tanjabbar

Keterangan ini diungkapkan oleh kedua pelaku dalam konferensi pers yang di lakukan oleh Polres Tanjabbar, Senin (5/7/2021).

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Polres Tanjabbar saat press rilis kasus kurir sabu lintas provinsi. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Imbas Pandemi, dua Pemuda asal Pekanbaru, Provinsi Riau ambil pekerjan menjadi kurir sabu lintas provinsi lantaran di berhentikan dari pekerjaannya.

Keterangan ini diungkapkan oleh kedua pelaku dalam konferensi pers yang di lakukan oleh Polres Tanjabbar, Senin (5/7/2021).

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro di dampingi oleh Wakapolres Tanjabbar, Kompol Al Hajat, menyebutkan bahwa kedua pelaku yakni Rahmat Riyadi (19) dan Zulkifly (23) di amankan oleh pihak kepolisian di Jalan Lintas Timur KM.92 Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, pada Kamis (1/7/2021) lalu.

Keduanya kedapatan membawa narkotika jenis sabu dengan berat lebih kurang
50,51 gram yang di bungkus dalam plastik dan kemudian di simpan dalam sebuah kotak rokok. Keduanya di amankan oleh pihak kepolisan dalam razia terpadu yang di lakukan oleh pihak kepolisian.

"Keduanya berhasil di amankan ketika ada razia terpadu di mana sebelumnya kita juga telah mendapat informasi adanya dua orang yang di duga membawa sabu. Pada saat razia terpadu, keduanya yang mengendarai motor menghindar dengan berputar arah," katanya.

"Sempat terjadi kejar-kejaran, namun keduanya berhasil di amankan. Dilakukan pemeriksaan di dapatkan sabu yang disimpan dalam sebungkus rokok yang di simpan di jok motor," tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kapolres bahwa tujuan dari keduanya yang mengendarai motor dari Riau ke Jambi adalah bertemu dengan seseorang yang akan menelpon mereka. Keduanya berjanjian di KM 35 Desa Bukit Baling.

"Janjian pelaku dan pengambil barang di sana. Keterangan dari kedua pelaku bahwa yang akan mengambil barang tersebut adalah warga Kuala Tungkal. Tapi mereka tidak tahu siapa, karena perintah dari suplayer di Riau itu hanya mengantar dan akan di hubungi," ungkapnya.

Terhadap orang yang terlibat dalam upaya pengedaran narkoba jenis sabu ini, pihaknya telah mengantongi beberapa nama. Termasuk dengan suplayer yang menyuruh kedua pelaku untuk mengantar sabu tersebut.

"Beberapa nama yang sudah di kantongi ini merupakan warga tungkal. Jadi ini bisa kita sebut pemain lintas provinsi. Mereka mengaku di upah Rp2 juta untuk mengantar barang tersebut,"terangnya.

" Mereka mengaku melakukan ini baru sekali dan baru di berhentikan dari pekerjaan cuci mobil dan buruh pembuat tahu. Karena butuh uang jadi akhirnya mau menjadi kurir sabu,"pungkasnya.

Baca juga: Di Tanjabtim Sudah Masuk Masa Tanam, Petani Khawatir Kemarau Ganggu Produktivitas Hasil Tanam

Baca juga: Dampak Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi di Muarojambi Membaik, Ini Sektor Pendukungnya

Baca juga: Jika Disetujui, DPRD Tebo Minta Dana PEN Dimanfaatkan Untuk Kepentingan Masyarakat

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved