Breaking News:

Berita Internasional

Nasib Pria yang Tampar Presiden Prancis Emmanuel Macron, Dihukum Penjara 4 Bulan Lamanya

Macron pun menggambarkan serangan itu sebagai insiden yang terisolasi dan mengatakan kekerasan dan kebencian merupakan ancaman bagi demokrasi.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribunjambi.com
Pria yang tampar Presiden Prancis dihukum penjara 4 bulan lamanya 

TRIBUNJAMBI.COM, PARIS - Kejadian tidak mengenakan dialami oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron usai ditampar seorang pria kala sang presiden mendekati kerumunan.

BFM TV pun melaporkan perkembangan terbaru dari kasus tersebut.

Disebutkan BFM TV, Pengadilan Prancis akhirnya menjatuhkan hukuman empat bulan penjara kepada pria yang berani menampar wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron pada minggu ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron (CHARLES PLATIAU / POOL / AFP)

Damien Tarel, 28 tahun, merupakan seorang pengangguran yang juga penggemar ilmu pedang abad pertengahan, berhasil menyerang Macron ketika presiden Prancis berjabat tangan dengan anggota masyarakat saat sang presiden mengadakan tur nasional pada hari Selasa.

Melansir Reuters, pengadilan memberi Tarel hukuman 18 bulan penjara. Namun, menurut laporan penyiar BFM TV, 14 bulan dari hukuman itu ditangguhkan.

Sebelumnya, Tarel pun mengatakan kepada pengadilan di Valence di Prancis selatan, bahwa ia bertindak karena presiden membela semua yang busuk di Prancis.

Tarel juga mengatakan bahwa beberapa hari menjelang kunjungan Macron ke wilayah Drome di Prancis selatan, dia pun telah berpikir untuk melemparkan telur atau krim tart ke presiden.

Dia juga menambahkan, tamparan itu tidak direncanakan sebelumnya oleh dirinya.

Baca juga: VIDEO Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Saat Tur Nasional, Teriakkan Kata-kata Ini

Baca juga: Inilah Sosok Penampar Presiden Prancis Emmanuel Macron, Awalnya Ingin Melemparkan Benda Ini

Baca juga: Begini Nasib Pria Asing yang Berani Tampar Presiden Prancis Emmanuel Macron

“Saya pikir Macron mewakili dengan sangat rapi pembusukan negara kita,” ujarnya kepada pengadilan, menurut BFM TV. "Jika saya menantang Macron untuk berduel saat matahari terbit, saya ragu dia akan merespons."

Macron pun menggambarkan serangan itu sebagai insiden yang terisolasi dan mengatakan kekerasan dan kebencian merupakan ancaman bagi demokrasi.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved