Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Hidup Takut Akan Tuhan

Bacaan ayat: Wahyu 15:3-4 (TB) Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Segan, hormat dan bersikap takwa dalam makna sadar akan keberadaan diri, menjadi makna dasar yang pahami ketika seseorang hidup dalam takut akan Tuhan.

Dalam penglihatannya, Yohanes melihat bagaimana umat sedang memuliakan Allah dengan rasa takut dalam makna pemuliaan.

Takut kepada Tuhan didasarkan pada relasi yang terbangun sehingga terjadi pengenalan yang intim dengan Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Memberitakan Kabar Baik dalam Pimpinan Roh Kudus

Takut kepada Tuhan dialaskan pada pengetahuan akan karya-karya-Nya dalam kehidupan.

Bahwa Ia Mahakuasa. Bak seorang Raja Agung, maka segala keputusan-Nya bijaksana dan adil, mengatasi segala raja di bumi.

Dia adalah Raja diatas segala raja. Kekudusan Tuhan menjadi tolok ukur yang mengukur kehidupan segala bangsa.

Kudusnya Tuhan menjadi standar mutlak yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain.

Kekudusan-Nya menjadi tolok ukur segala ada di bumi dan tidak ada yang lebih kudus dari pada Dia.

Memahami Tuhan dengan kacamata yang demikian, maka sudah seharusnya takut kepada Tuhan membawa manusia untuk tunduk dibawah otoritas-Nya.

Kehidupan sudah seharusnya berpusat kepada Dia dan segala perilaku hidup memperlihatkan sikap yang memuliakan Dia.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Dikuduskan Dengan Percikan Darah Yesus Kristus

Ketika kita memandang kepada Yesus Kristus yang adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, berkarya untuk menyelamatkan manusia, sudah selayaknya Yesus menjadi teladan utama dalam kehidupan kita.

Dalam keberadaan-Nya sebagai manusia, terdapat sikap taat yang total terhadap kehendak Bapa menjadi contoh konkret untuk diteladani.

Paulus memberi kesimpulan bahwa hidupnya bukan dirinya lagi, tetapi Kristus yang hidup didalam dirinya. Artinya, kehidupan kita dapat mencerminkan kehidupan takut akan Tuhan.

Takut akan Tuhan, tentu bukan dalam arti trauma atau karena Dia mampu mendatangkan bencana (meskipun bisa saja Dia melakukan itu).

Hubungan personal kita dengan Tuhan membuat kita sadar akan siapa Tuhan bagi kita dan siapa kita bagi Dia.

Takut akan Tuhan membuat kehidupan kita senantiasa memuliakan Dia. Amin.

Renungan Oleh Pdt feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved