Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Hidup Takut Akan Tuhan

Bacaan ayat: Wahyu 15:3-4 (TB) Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Hidup Takut Akan Tuhan

Bacaan ayat: Wahyu 15:3-4 (TB) Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Takut, dapat dipahami sebagai rasa gentar terhadap sesuatu yang dipandang dapat mendatangkan bencana.

Dalam prespektif yang berbeda, takut bisa dimengerti juga sebagai rasa segan dan hormat terhadap pihak lain yang lebih berkuasa.

Takut menjadi perwujudan perasaan yang tersimpan dalam diri setiap orang.

Dapat dipergunakan sebagai tanda yang memperingatkan bahwa ada yang mengancam dan sadar akan ketidakberdayaan.

Dalam level tertentu, takut diperlukan agar seseorang dapat lebih berhati-hati dalam melangkah, bertindak atau mengambil keputusan.

Takut dapat menolong seseorang untuk bersikap antisipatif terhadap segala kemungkinan keadaan yang mengancam. Takut dapat rasional, juga irasional.

Takut kepada Harimau, itu rasional; menjadi irasional ketika rasa takut mempengaruhi psikis seseorang secara mendalam dan berubah menjadi trauma.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Penebusan: Nyawa Diselesaikan dengan Nyawa

Hal ini perlu diwaspadai, agar takut dapat dikendalikan dan ditempatkan sebagai mana mestinya.

Takut kepada Tuhan. Bagaimana kita memahami dan memaknai konsep takut kepada Tuhan?

Setiap orang sadar bahwa Tuhan mempunyai kuasa yang lebih besar disandingkan dengan kekuatan manusia. Tuhan adalah Pencipta, sedangkan manusia hanyalah ciptaan.

Dia Maha Kuasa, Maha Kudus, dan Maha segala-galanya. Dia mengatasi ruang dan waktu, Dia berkemampuan melakukan apapun dalam kehendak-Nya yang bebas, tanpa bisa diintervensi oleh siapapun, meskipun kadang Dia menghormati pilihan bebas dari manusia yang telah Ia ciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.

Maka sudah sewajarnya manusia, kita takut kepada-Nya dalam makna bahwa Dia lebih dari segala-galanya.

Segan, hormat dan bersikap takwa dalam makna sadar akan keberadaan diri, menjadi makna dasar yang pahami ketika seseorang hidup dalam takut akan Tuhan.

Dalam penglihatannya, Yohanes melihat bagaimana umat sedang memuliakan Allah dengan rasa takut dalam makna pemuliaan.

Takut kepada Tuhan didasarkan pada relasi yang terbangun sehingga terjadi pengenalan yang intim dengan Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Memberitakan Kabar Baik dalam Pimpinan Roh Kudus

Takut kepada Tuhan dialaskan pada pengetahuan akan karya-karya-Nya dalam kehidupan.

Bahwa Ia Mahakuasa. Bak seorang Raja Agung, maka segala keputusan-Nya bijaksana dan adil, mengatasi segala raja di bumi.

Dia adalah Raja diatas segala raja. Kekudusan Tuhan menjadi tolok ukur yang mengukur kehidupan segala bangsa.

Kudusnya Tuhan menjadi standar mutlak yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain.

Kekudusan-Nya menjadi tolok ukur segala ada di bumi dan tidak ada yang lebih kudus dari pada Dia.

Memahami Tuhan dengan kacamata yang demikian, maka sudah seharusnya takut kepada Tuhan membawa manusia untuk tunduk dibawah otoritas-Nya.

Kehidupan sudah seharusnya berpusat kepada Dia dan segala perilaku hidup memperlihatkan sikap yang memuliakan Dia.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Dikuduskan Dengan Percikan Darah Yesus Kristus

Ketika kita memandang kepada Yesus Kristus yang adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, berkarya untuk menyelamatkan manusia, sudah selayaknya Yesus menjadi teladan utama dalam kehidupan kita.

Dalam keberadaan-Nya sebagai manusia, terdapat sikap taat yang total terhadap kehendak Bapa menjadi contoh konkret untuk diteladani.

Paulus memberi kesimpulan bahwa hidupnya bukan dirinya lagi, tetapi Kristus yang hidup didalam dirinya. Artinya, kehidupan kita dapat mencerminkan kehidupan takut akan Tuhan.

Takut akan Tuhan, tentu bukan dalam arti trauma atau karena Dia mampu mendatangkan bencana (meskipun bisa saja Dia melakukan itu).

Hubungan personal kita dengan Tuhan membuat kita sadar akan siapa Tuhan bagi kita dan siapa kita bagi Dia.

Takut akan Tuhan membuat kehidupan kita senantiasa memuliakan Dia. Amin.

Renungan Oleh Pdt feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved