Sosok Pendeta SAE Nababan di Mata Annisa Wahid Putri Gusdur
Pendeta SAE Nababan ternyata cukup dekat dengan Gusdur. Hal itu diungkapkan Alissa Wahid, putri Abdul Rahman Wahid alias Gusdur.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM - Pendeta SAE Nababan ternyata cukup dekat dengan Gusdur.
Hal itu diungkapkan Alissa Wahid, putri Abdul Rahman Wahid alias Gusdur.
Dia menyebut Gusdur dan Pendeta SAE Nababan aktif dalam gerakan linstas iman sejak tahun 1980an.
Menurut Alissa Wahid, sosok Pendeta Nabanan ini layak jadi panutan bagi anak muda kristiani masa kini.
"Kami sering melihat Pendeta Nababan dan Gusdur," kata Alisa Wahid.
Ia mengungkapkan itu dalam tayangan lauching buku Selagi Masih Siang: Catatan Perjalanan Pdt Dr SAE Nababan, Agustus 2020.
Dia menyebut melihat keduanya sebagai tokoh yang menjadi penggerak pertama dan utama gerakan lintas iman.
"Saya katakan sebagai tokoh utama ya, itu tahun 1980an. Mereka Sudah dekat puluhan tahun," ungkap Alissa.
Baca juga: Sniper dari Indonesia ini Masuk dalam Daftar 7 Sinper Terhandal di Dunia
Baca juga: SAE Nababan Meninggal Dunia, Saat Memimpin HKBP Digoyang Orde Baru
Ia mengatakan di masa-masa orde baru, Gusdur dan Pendeta SAE Nababan memiliki persoalan yang nyaris sama, yakni tekanan dari pemerintah Orde Baru.
"Orde Baru itu menginginkan tunduk mutlak. Ditekan," ucapnya.
Baik NU maupun HKBP, ungkapnya, sama-sama merasakan tekanan ini.
"Tapi NU dan HKBP yang paling kelihatan ya, konfliknya secara terbuka," ungkapnya.
Gusdur saat itu ingin dilengserkan pemerintah dari kursi NU dengan cara mendukung calon lain.
Dia menyebtu Pendeta SAE Nababan mengalami hal yang sama, yakni tekanan kuat dari pemerintah, .
"Puncaknya di Sinode Godang ya, saya tahu itu menimbulkan dampak yang sama," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/alisa-wahid_gusdur_sae-nababan.jpg)