Sosok Pendeta SAE Nababan di Mata Annisa Wahid Putri Gusdur
Pendeta SAE Nababan ternyata cukup dekat dengan Gusdur. Hal itu diungkapkan Alissa Wahid, putri Abdul Rahman Wahid alias Gusdur.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
Campur Tangan Orde Baru
Pemerintahan Soeharto tidak sejalan dengan SAE Nababan yang saat itu menjadi Ephorus HKBP.
Ada perbedaan pandangan antara mereka, dan Nababan tidak mau menuruti kemauan pemerintahan Soeharto.
Pemerintahan orde baru tidak terima dengan kritisnya Nababan atas isu-isu kemanusiaan dan keadilan.
Hal itu membuat posisi Pendeta SAE Nababan sebagai Ephorus HKBP saat itu berusaha dilengserkan.
Kepemimpinannya diintervensi Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional (Bakorstanas).
Ini merupakan lembaga yang dibentuk Soeharto pada tahun 1988, yang mengangkat Jenderal Try Sutrisno jadi ketuanya.
Tugasnya adalah mengkoordinasi upaya departemen dan instansi lain untuk stabilitas nasional, dan menyelesaikan segala yang dianggap sebaai hambatan, gangguan dan tantangan pemerintahan.
Campur tangan Bakorstanas pada akhirnya menyebabkan kemelut bertahun-tahun di tubuh HKBP, dan dualisme di gereja tersebut, antara Pro Nababan dan Pro Simanjuntak.
Baca juga: Profil SAE Nababan Mantan Ephorus HKBP yang Meninggal Dunia di Jakarta
Baca juga: HEBOH Jokowi Promosikan Bipang Ambawang, Jubir Presiden Buka Suara, Fadjroel: Bukan Babi Panggang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/alisa-wahid_gusdur_sae-nababan.jpg)