Sosok Pendeta SAE Nababan di Mata Annisa Wahid Putri Gusdur
Pendeta SAE Nababan ternyata cukup dekat dengan Gusdur. Hal itu diungkapkan Alissa Wahid, putri Abdul Rahman Wahid alias Gusdur.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
"Pendeta Nababan harus benar-benar berhadapan, karena jadi ada dua kepengurusan berbeda," tuturnya.
Dia menyebut Pendeta SAE Nababan merupakan pempimpin yang sosoknya tidak hanya berkharisma, tapi figur paripurna, sehingga bisa jadi teladan bagi generasi saat ini.
Baca juga: Begini Sosok Pendeta SAE Nababan di Mata Keluarga Gusdur, Dua Tokoh Sudah Dekat Puluhan Tahun
Profil Singkat SAE Nababan
SAE Nababan telah meninggal dunia pada Sabtu 8 Mei 2021 di RS Medistra Jakarta.
Nama lengkapnya adalah Soritua Albert Ernst Nababan tapi lebih dikenal dengan nama SAE Nababan.
Ia lahir di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara 24 Mei 1933.
Ia meraih gelar doktor bidang teologi ia dapatkan dari Universitas Heidelberg Jerman, pada usia 30 tahun.
Catatan perjalanan hidup Pendeta Dr SAE Nababan ini sudah tertuang dalam buku berjudul 'Selagi Masih Siang' yang diluncurkan tahun 2020 lalu.
Di dalam buku itu juga terungkap bagaiman Intervensi rezim orde baru terhadap kepemimpinan Nababan di HKBP.
SAE Nababan memperistri Alida Lientje Lumbantobing.
Hasil pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang putra dan seorang putri.
SAE Nababan merupakan saudara kandung dari Asmara Nababan seorang tokoh HAM di Indonesia, dan Panda Nababan seorang politisi PDI Perjuangan.
Ia dikenal sebagai sosok yang cukup dekat dengan orang-orang yang mendorong reformasi di era orde baru.
Di antaranya adalah Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.
Ia turut terlibat memfasilitas pertemuan kekuatan sosial politik menjelang reformasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/alisa-wahid_gusdur_sae-nababan.jpg)