Kisah Gadis 14 Tahun Tembak Ibu, Ayah dan Abang, Hilangkan Jejak dengan Sayat Tangan
Mereka melakukan laporan adanya pembunuhan. Korban bernama Malini, 45 tahun, istri dari Bajpai dan putranya Sharda, 20 tahun.
Pembantu rumah itu mengatakan, pada pagi harinya, keluarga itu sarapan bersama dan pergi tidur.
Setelah itu, gadis itu bangun dan mengeluarkan senjatanya. Bajpiai mengaku memasukkan lima peluru ke dalam pistol lalu menembakkan tiga pelurunya.
Diketahui, Bajpiai adalah pemegang senjata bersertifikasi nasional dan dia sendiri yang membawa polisi untuk menyembunyikan senjata pembunuhannya.
Dalam penyelidikan yang lebih jauh, polisi menemukan bahwa Bajpiai dipengaruhi novel No Longer Human.
Gadis berusia 14 tahun itu juga mengoleksi puisi, quote yang berhubungan dengan kematian dan menyimpannya dalam buku harian.
Polisi juga menemukan foto tengkorak di meja Bajpiai di dalam kamar.
Sebelum membunuh ibu dan saudaranya, gadis tersebut pernah bercerita kepada mereka tentang dirinya yang melihat hantu, tetapi tidak ada yang percaya.
Bajpiai selalu menunjukkan dirinya sebagai anak yang penurut, berbakat dan mahir dalam memainkan lima jenis alat musik.
Dia juga bisa berbahasa Perancis, Jerman dan seorang penembak. Tetapi suatu hari dia menyebabkan kejahatan seperti itu.
Bajpiai didakwa dengan pembunuhan oleh Pengadilan Remaja dan di bawah pengawasan medis di King George College of Medicine saat dalam tahanan.
Saat itu, ayah gadis tersebut mengatakan kepada polisi bahwa gadis itu punya gangguan jiwa.
Karena kasusnya jarang terjadi, polisi tidak keberatan jika pengadilan menyetujui permintaan ayahnya.
Saat ini, belum jelas bagaimana kasus perempuan muda ini akan disidangkan. Namun, kasus ini telah menggugah opini publik India sejak lama.
Sumber : TRIBUNMEDAN