Breaking News:

Berita Merangin

PAD Disparpora Merangin Nol Persen, Sukoso Sebut Dua Hal Ini Jadi Penyebabnya

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Merangin pada triwulan pertama, semester I tahun 2021 belum belum 'pec

Instagram/robert_walker15
Danau Kumbang, tempat wisata di Merangin, Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pandemi Covid-19 dan belum adanya perda tentang retribusi jadi penyebab Disparpora Merangin memiliki realisasi PAD sebesar nol persen.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Merangin pada triwulan pertama, semester I tahun 2021 belum belum 'pecah telor' alias nol persen.

Sukoso selaku Kepala Disparpora Merangin mengungkapkan hal itu terjadi disebabkan beberapa faktor.

Dia mengklaim bahwa pihaknya belum dapat menarik retribusi di tempat wisata lantaran sebelumnya belum adanya peraturan daerah (Perda) sebagai landasan untuk mewujudkan visi unggul di bidang Pariwisata.

Dia mengakui jika Perda itu telah dibahas oleh DPRD bersama pemerintah daerah dan diselesaikan pada tahun 2020 lalu serta menghasilkan produk hukum. Namun Perda itu baru selesai di evaluasi pada Maret 2021.

"Praktis Januari sampai Maret tidak bisa kita tarik retribusi karena produk hukumnya belum selesai. Kalau kita tarik berarti ilegal karena tak ada payung hukum. Kita mencetak karcis, kalau tidak tertera dasar hukum itu artinya liar," ungkapnya, Rabu (21/4/2021).

Sukoso mengatakan jika Perda Nomor 2 tahun 2021 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga disahkan dalam waktu dekat maka pihaknya akan segera eksekusi pada musim liburan lebaran tahun ini.

"Lebaran ini kita eksekusi awal, kita buka destinasi wisata namun tetap dengan pembatasan kapasitas 50 persen dari daya tampung serta menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Meski dia mengakui jika potensi PAD yang dikelola Disparpora di Kabupaten Merangin cukup banyak, namun Sukoso pesimis memenuhi target sebesar 292 juta di tahun 2021.

Dia meyakini target itu belum bisa terkejar, karena jumlah kunjungan masih dibatasi, namun pihaknya tetap berupaya.

"Kalau kondisi seperti ini, sepertinya belum bisa terkejar karena jumlah kunjungan masih dibatasi," katanya.

Kemudian terkait penyelenggaran kegiatan road race yang diselenggarakan di Arboretum Rio Alip oleh pihak swasta yang jelas telah membayar retribusi namun PAD dari Disparpora tetap nol persen.

"Yang dibayar itu jadi PAD, cuma belum masuk ke BPPRD saja, yang terkumpul dari kegiatan road race itu ada 2,5 juta," pungkasnya.

Kemudian yang menjadi penyebab nol persen itu akibat dari Pandemi Covid-19 yang mewabah membuat sejumlah tempat wisata di Kabupaten Merangin ditutup.

Terlebih sebelumnya pernah berada di zona merah, namun kini sudah mulai zona hijau tempat wisata mulai ada yang buka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Universitas Batanghari Gelar Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan Kampus

Baca juga: BREAKING NEWS Hujan Lebat, Ruas Jalan Lintas Tebo-Bungo KM 2 Tebo Tengah Terendam Banjir

Baca juga: Daftar 53 Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak di Perairan Bali

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved