LIPUTAN KHUSUS
Kasihan, Belasan Bayi di Desa Pungut Mudik Jambi Disinyalir Kehabisan Susu, Imbas Di-lockdown
Kisah menyedihkan terdengar dari Desa Pungut Mudik, yang termasuk desa paling pinggir di Kabupaten Kerinci.
Dia memiliki seorang bayi berusia empat tahun.
Untuk asupan makanan anak, dia hanya mengandalkan susu formula.
Namun, kini persediaan susu untuk anaknya telah menipis.
Ia memperkirakan persediaan hanya akan cukup untuk satu hari ke depan.
"Anak saya belum bisa makan nasi, sehari-hari hanya minum susu Bebelac 4. Tapi kini stok susunya sudah mau habis. Di desa tidak ada orang jual, harus ke pasar untuk belinya," sebutnya.
Ia mengaku ingin sekali pergi membeli susu untuk anaknya, namun terkendala diberlakukannya lockdown.
Warga setempat dilarang keluar kampung sebelum ada petunjuk dari Satgas Covid-19.
"Yang sangat mendesak saat ini adalah kebutuhan susu formula untuk bayi kami. Sebab untuk susu bayi kami hanya bisa membelinya ke Sungai Penuh, tapi kini kami dilarang untuk keluar desa," keluhnya.
Untuk itu, ujarnya, warga sangat berharap pemerintah bisa segera mencari solusi. Apalagi kebutuhan pokok di tengah bulan Ramadan sangat banyak.
"Kalau untuk beras mungkin masih ada stok, tapi susu bayi memang harus dibeli keluar," harapnya.
Belum Dapat Laporan
Sampai kemarin sore, warga Desa Pungut mudik belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Camat Air Hangat Timur, Armen, mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan adanya keluhan dari masyarakat Desa Pungut Mudik saat lockdown diberlakukan.
"Kalau bantuan dari pemerintah yang diberikan melalui kecamatan sejauh ini memang belum ada. Entah kalau diberikan langsung ke masyarakat tidak melalui kami," jelasnya.
Sementara itu Pj Sekda Kerinci, Asraf, belum bisa memberikan komentar terkait hal tersebut.