Breaking News:

Berita Kota Jambi

Pasangan Suami Istri Jadi Kurir Sabu yang Dikendalikan Narapidana

Pasangan suami istri di Kota Jambi menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa dalam kasus penyalah gunaan

Tribun Jambi/Aryo Tondang
Ilustrasi. Barang bukti penangkapan kurir sabu-sabu di Alam Barajo, Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasangan suami istri di Kota Jambi menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa dalam kasus penyalah gunaan narkotika jenis sabu. Keduanya nekat menjadi kurir sabu karena tergiur iming-iming upah 1,5 juta rupiah. 

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (20/4/2021) siang kemarin, Pasangan Andi dan Neni Wahyuni alias Yuni menerangkan terkait temuan dua paket sabu dalam dompet saat keduanya ditangkap oleh tim kepolisian Reserse Natkoba Polresta Jambi. 

Yuni mengatakan tak tau jika dompet yang ia pegang telah diisi sabu oleh suaminya. Ia mengatakan saat itu hanya diajak oleh Andi berjalan-jalan. Namun di kawasan Komplek PU Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan Andi mengambil sebuah dompet kecil yang biasa digunakan menyimpan emas. 

Lalu dompet tersebutmemasukkan kedalam dompet besar merek LV milik Yuni. Tak lama kemudian datang tim Reserse Narkoba Polresta Jambi menghadang keduanya saat mengendarai sepeda motor. 

Setelah diperiksa ditemukan dua paket sabu dalam dompet emas tersebut. "Saya ndak tau kalau itu isinya sabu," kata Yuni ketika diminta keterangan oleh Jaksa Penuntut Kejari Jambi. 

Proses penangkapan terhadap keduanya terjada 18 Oktober 2020 lalu. Tak lama setelah ditangkap, sebuah panggilan telpon melalui privat number meminta Andi untuk untuk menjemput paket tiga paket sabu di sekitar Puskesmas Talang Bakung, Kota Jambi. 

Andi mengaku kalau dirinya hanya dimintai untuk mengambil paket sabu oleh seseorang bernama Endi yang kini masih menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Jambi. 

"Saya cuma diminta  Endi, kalau berjasil menjual setengah kantong dikasi 1,5 juta," katanya. 

Sementara hasil penjualan sabu nantinya akan disetor melalui rekening bang milik Endi yang berada dalam Lapas. "Nomor rekeningnya yang tau Istri," katanya. 

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Yandri Roni, kedua terdakwa mengaku menyesali perbuatanya. Keduanya jugabelum pernah dihukum dalam kasus yang sama serta meminta keringanan hukuman. 

Dalam dakwaan disebut dari tiga paket besar sabu sebagai barang bukti itu memiliki berat sekitar 29 gram. Sementara 17 paket kecil sabu lainnya memiliki berat sekitar 4 gram. 

Pasangan suami istri ini pun didakwa atas pelanggaran tindak pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, junto Pasal 132 (1) Undang-Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagai mana dakwaan primer. 

Atau dakwaan subsider, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Ketua DPRD Pasaman Barat dan Sekretaris Pribadi Digerebek Berduaan Di Kantor Gerindra, Bantah Mesum

Baca juga: Hampir Tiga Tahun ‘Makan Debu’, Warga Seberang Kota Jambi, Tutup Jalan Utama, Tuntut Jalan Diaspal

Baca juga: Sudah Lebih 6 Ribu Orang Divaksin di Tebo

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved