Breaking News:

Berita Nasional

Buat Bayar Utang, Eks Pegawai KPK Gelapkan Barang Sitaan Emas 1,9 Kg, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan penyelidikan kasus dugaan pencurian yang dilakukan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi pegawai KPK 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kasus oknum eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebut gelapkan barang sitaan emas seberat 1,9 kg, kini telah diperiksa polisi.

Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan penyelidikan kasus dugaan pencurian yang dilakukan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGA.

Dalam kasus ini, IGA yang diduga telah mencuri emas hasil rampasan KPK seberat 1,9 kilogram, untuk membayar utang.

"Iya (sudah ditangani), masih lidik (penyelidikan)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma saat dikonfirmasi, Kamis (8/4/2021).

Jimmy mengatakan, saat ini pihaknya itu telah memeriksa IGA yang masih berstatus sebagai saksi.

"Sudah kami periksa. Statusnya masih saksi juga," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Istimewa)

Sebelumnya, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) telah menjatuhkan sanksi etik berat terhadap salah satu anggota satuan tugas (satgas) berinisial IGA.

IGA sendiri dijatuhi hukuman berupa pemberhentian tidak hormat.

Bahkan, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Pangbean menjelaskan, IGA telah menggelapkan barang bukti dari terpidana kasus korupsi mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, berupa emas seberat 1.900 gram atau 1,9 kilogram.

"Benar bahwa di dalam dua minggu ini kami lakukan persidangan terhadap pelanggaran kode etik oleh seorang insan KPK."

Halaman
1234
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved