Pengakuan Bocah Tunarungu di Pamulang Dianiaya Montir Bengkel, Ayah: Anak Saya Dinjak-injak
Bocah tunarungu di Pamulang berinisial ERN (13) jadi korban penanganiayaan
Bocah Tunarungu di Pamulang Dianiaya Montir Bengkel, Ayah: Anak Saya Dinjak-injak
TRIBUNJAMBI.COM- Bocah tunarungu di Pamulang berinisial ERN (13) jadi korban penanganiayaan.
Bagaimana ceritanya?
Diduga penganiayaan itu dilakukan seorang montir bengkel di kawasan Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan.
Saat ini Polisi tengah mengusut kasus dugaan penganiayaan bocah tunarungu tersebut.
Kapolsek Pamulang Kompol Prasetyo menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap korban berinisial ERN (13).
Pelakunya diduga berinisial BB, seorang montir bengkel yang berada di dekat rumah korban.
"Saat ini sedang berproses," ujar Prasetyo kepada Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Menurut Prasetyo, pihaknya sudah meminta keterangan awal dari ayah korban, Yudi Nugroho, yang melaporkan peristiwa tersebut.
Kepolisian juga akan menggali informasi lebih lanjut dari Yudi sekaligus korban ERN. Namun, pihak keluarga diminta mendatangkan guru sekolah ERN untuk pendampingan.
Baca juga: Rizieq Shihab Sudah Bayar Rp 50 Juta Tapi Masih Diproses, Begini Penjelasan Hakim
Prasetyo mengatakan, pendampingan diperlukan untuk menerjemahkan bahasa korban yang berkebutuhan khusus saat memberikan keterangan.
"Namun, untuk korban harus didampingi guru sekolahnya yang bisa mengartikan bahasanya," pungkasnya.
Sebelumnya, ayah korban, Yudi Nugroho, menjelaskan bahwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada 18 Maret 2021.
Dia mengetahui penganiayaan terhadap anaknya dari tetangga yang melihat peristiwa tersebut.
"Pada 19 Maret itu, Jumat malam, saksi datang cerita kemarin ada pemukulan di depan kontrakannya. Anak saya dipukulin katanya. Diinjak-injak, menangis," ujar Yudi saat ditemui di kediamannya, Selasa (6/4/2021).