Pengakuan Bocah Tunarungu di Pamulang Dianiaya Montir Bengkel, Ayah: Anak Saya Dinjak-injak

Bocah tunarungu di Pamulang berinisial ERN (13) jadi korban penanganiayaan

Editor: Teguh Suprayitno
takasuu
ilustrasi kekerasan pada anak 

Setelah penganiayaan itu, kata Yudi, saksi melihat ERN berjalan sempoyongan dari lokasi kejadian. Tidak diketahui secara pasti penyebab penganiayaan itu.

"Selesai pemukulan itu, dia (pelaku) meninggalkan korban. Pelaku ninggalin korban, korban sempoyongan," ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Yudi pun lan

Baca juga: AHY Kembali Dibuat Cemas, Kubu Moeldoko Ajak Perang di Pengadilan: Ini Baru Babak Awal!

gsung menanyakan kejadian itu kepada ERN dan memeriksa kondisi tubuhnya. Ditemukan memar di tubuh bagian depan dan belakang korban.

ERN pun akhirnya menceritakan bahwa dia dipukul di bagian perut dan wajah. Korban juga tendang bagian punggungnya dan diinjak.

"Awalnya saya lihat (memar) memang, cuma saya kira alergi. Karena memang selain berkebutuhan khusus tunarungu, dia ada alergi," kata Yudi.

"Saya interogasi anak, kamu dipukuli siapa. Akhirnya benar, sesuai keterangan saksi. Siapa yang melakukan, dia nunjuk ke bengkel terduga pelaku ya," sambung Yudi.

ilustrasi kekerasan pada anak
ilustrasi kekerasan pada anak (takasuu)

Kepada wartawan, ERN menceritakan apa yang dialaminya menggunakan bahasa isyarat. ERN pun lalu mempraktekan pemukulan ke wajah dan perut dengan maksud menunjukkan apa yang dilakukan pelaku kepada dia saat kejadian.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved