Berita Bungo

Masuk Lokasi Tambang, Cukong PETI di Bungo Setor Puluhan Juta, DSP Sebut Ada Oknum Dewan Bermain

Meski ilegal, namun aktivitas dari pemburu serbuk kuning tersebut terus berlangsung. Mereka seakan tak takut dengan aparat keamanan, padahal tak sedik

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Masuk Lokasi Tambang, Cukong PETI di Bungo Setor Puluhan Juta, DSP Sebut Ada Oknum Dewan Bermain 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Aktivitas PETI di Bungo akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat Bungo.

Meski ilegal, namun aktivitas dari pemburu serbuk kuning tersebut terus berlangsung. Mereka seakan tak takut dengan aparat keamanan, padahal tak sedikit pelaku penambangan ini diciduk polisi.

Masyarakat menduga, mulusnya aktivitas tersebut dikarenakan adanya dugaan permainan oleh oknum aparat, baik keamanan maupun pemerintah, bahkan tokoh masyarakatpun ikut berperan dalam penambangan tersebut.

Baca juga: Maret ini Pantauan BMKG Ada 25 Titik Panas yang Tersebar di Provinsi Jambi

Baca juga: Moeldoko Dibuat Pusing Usai Kubu AHY Temui Ombudsman, Untung Marzuki Alie Sudah Sadar

Baca juga: Kasus Karhutla di Tanjabtim Terbilang Tinggi, Pemda Gelar Latihan Gabungan Selama Tiga Hari

Dugaan ini bisa dilihat dari seringnya aparat gabungan melakukan razia, namun tidak ada pelaku yang diamankan.

Informasi razia sudah menyebar duluan alias bocor, sehingga pelaku lebih dulu meninggalkan lokasi ketimbang aparat datang kelokasi.

Perwakilan mahasiswa Bungo Ahmad Fadoli menilai jika razia yang dilakukan oleh tim gabungan hanya serimonial saja. Mereka tidak serius dalam memberantas PETI di Bungo ini.

"Razia selalu bocor. Ini sudah pasti ada oknum aparat yang bermain," kata Fadoli.

Di Bungo, ada beberapa lokasi empuk buruan penambang emas.

Seperti di sekitar Bandara Bungo, Sungai buluh, sepanjang sungai Batang Tebo, Batang Bungo, Tanjung Munanti, Limbur, Batu Kerbau dan beberapa daerah lainnya.

Lokasi teranyer yang menjadi buruan penambang saat ini adalah di Batu Kerbau Kecamatan Palepat.

Di sana ada puluhan bahkan ratusan alat berat menggasak hutan dikawasan itu.

Hutan yang digarap yaitu hutan adat yang dipegang oleh Datuk Sinaro Putih (DSP).

Dikawasan ini juga diduga dibekingi oleh oknum aparat, oknum ASN, bahkan oknum anggota DPRD dan oknum tokoh masyarakat lainnya.

Datuk Senaro Putih menyebut jika ingin masuk ke wilayah yang mereka pegang, alat cukong PETI harus menyetorkan sejumlah uang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved