Breaking News:

berita daerah

Dua Kecamatan Jadi Tempat Operasi Pelaku Pengedar Narkoba

Satresnarkoba Polres Batanghari berhasil mengungkapkan empat kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 2.2 gram sejak 26 Februari - 16 Maret 2021.

Musawira
Enam tersangka berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Batanghari. Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti 2.2 gram. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Satresnarkoba Polres Batanghari berhasil mengungkapkan empat kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 2.2 gram sejak 26 Februari - 16 Maret 2021. Dua kecamatan menjadi pilihan tempat beroperasinya para pelaku menjual sabu-sabu.
Hal tersebut disampaikan Waka Polres Batanghari, Kompol Andi Zulkifli
dalam press rilis Operasi Antik 2021, di Mako Polres Batanghari, Jumat (19/3). Dari empat kasus yang berhasil diungkap petugas berhasil meringkus enam orang tersangka.

Baca juga: RSUD Kekurangan Dokter Spesialis Dampaknya Layanan Belum Maksimal

Dari enam tersangka tersebut diantaranya ada satu perempuan, dan dua orang sudah target operasi. Tersangka merupakan pengedar dan pemakai narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polres Batanghari.
“Selama 20 hari operasi antik tidak banyak fakta baru ditemukan. Tapi peredaran narkoba disetiap wilayah selalu ada dan ini tidak pernah putus,” kata Kompol Andi Zulkifli.
Lanjutnya, bagaimana pun tindakan petugas di lapangan akan selalu ditemukan peredaran narkotika. Oleh karenanya butuh suatu tindakan pencegahan dan sosialisasi terhadap masyarakat supaya masyarakat dapat menjauhi narkoba.

Baca juga: DPD Demokrat Keluarkan Maklumat Berisi Ancaman Penggunaan Merk dan Lambang

“Disaat Ops antik 2021 belum ditemukan modus baru dalam peredarannya, menurut keterangan pelaku, sama seperti biasa mereka mengambil barang kemudian dikemas dalam bentuk paket-paket kecil lalu dijual belikan di wilayah pelaku,” ungkap Kompol Andi Zulkifli.
“Selama Ops Antik dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 2.2 gram,” katanya.
Lanjutnya, dari enam tersangka ada banyak barang bukti disita. Jajaran Satresnarkoba juga menyita uang tunai Rp 1.3 Juta. Lalu dua kendaraan motor dan handphone sebanyak empat unit.
"Tersangka yang kita amankan ini sering beroperasi menjual dan memakai di Kecamatan Muara Tembesi dan Batin XXIV,” ujarnya.

Baca juga: Perbaikan Tiang Jembatan Batanghari I Terkendala Tingginya Muka Air Sungai Batanghari

Kompol Andi mengungkapkan pelaku perempuan yang pihaknya amankan merupakan ibu rumah tangga yang bermukim di Kecamatan Batin XXIV. Ia bersama suaminya melakukan peredaran narkoba, akan tetapi suami nya terlebih dahulu turut diamankan.
“Ada pasangan suami istri, yang turut kita amankan, dari pengakuan pelaku, hasil dari penjualan sabu-sabu itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan kebutuhan lain diluar itu,” katanya.
Atas perbuatan ini keenam tersangka dihadapi hukuman diatas lima tahun penjara dengan pasal 114 ayat 1 Jo 132 ayat 1 subsidair pasal 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca juga: Zumi Zola Buka-bukaan Mau Segera Bebas hingga Ajukan PK, Sebut Ingin Merawat Ibunya yang Sudah Sepuh

Sementara itu, tersangka perempuan Yupika Dwi Lestari (28) saat dikonfirmasi mengatakan dirinya mengaku sudah melakukan penjualan sabu-sabu selama tiga bulan belakangan ini di wilayah Batin XXIV.
“Saya melakukan ini untuk kebutuhan rumah tangga, dan tidakada orang yang mempengaruhi saya,”tegasnya.
Sementara itu, Satresnarkoba Polres Batanghari mengatakan terkait kasus yang ada masih terus dilanjutkan ke tahap pengembangan.
“Selama operasi antik tidak begitu banyak kendala yang ditemukan, berjalan lancar. Hanya saja pengembangan suatu barang dan peredaran yang cukup besar itu perlu kita dalami lagi,” ungkapnya. (tribunjambi.com/musawira)

Penulis: A Musawira
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved