Berita Kota Jambi

Rusli Efendi Seorang Perawat Jambi yang Sempat Ditentang Keluarga Urus Kesehatan Suku Anak Dalam

Tekad baik Rusli, ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Ia yang memiliki perhatian terhadap kesehatan SAD, sempat ditentang keluarga.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rara khushshoh
Rusli Efendi Seorang Perawat Jambi Ditelepon Suku Anak Dalam yang Minta Diobati 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rusli Efendi, seorang perawat yang sempat ditentang keluarga mengurus Kesehatan Suku Anak (SAD) dalam.

Tekad baik Rusli, ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Ia yang memiliki perhatian terhadap kesehatan SAD, sempat ditentang keluarga.

"Keluarga inti saya melarang. Karena perjalanan yang jauh mereka khawatir saya kecelakaan di jalan. Selain itu kegiatan yang dilakukan di hutan membuat mereka khawatir jika saya terserang binatang buas," cerita dia, Rabu (17/3/2021).

Rusli tak habis akal, ia mencoba membawa sang istri mengikuti kegiatan nya di tengah rimba.

Kegiatan demi kegiatan diamati sang istri. Setelah itu barulah hati istrinya tersentuh, dan tergerak untuk mengiklaskan Rusli menjadi perawat SAD dari hutan ke hutan.

Walau begitu, keluarga inti yang terdiri atas orang tua istri dan orang tuanya masih belum menyetujui.

Tetap saja ia tak kehilangan semangat. Setiap pulang berkegiatan di hutan ia ceritakan detil apa yang terjadi di sana.

"Saya ceritakan bahwa orang rimba itu kurus-kurus, hidupnya di tengah hutan yang dari kata layak. Tidurnya pun di gubuk yang sangat sederhana. Mereka butuh kesehatannya dirawat," Rusli menceritakan gambaran umum di tengah hutan.

Ternyata, waktu demi waktu keluarganya luluh mengikhlaskan dan mendukung ia berkegiatan.

Perhatian Rusli memang khusus tertuju pada SAD yang jauh dari pelayanan kesehatan.

Rusli berkata memang ada bagian dari SAD yang sudah tinggal berbaur dengan masyarakat. Namun sejatinya, SAD terbagi menjadi tiga. 

Pertama mereka yang tinggal di tengah hutan atau rimba, kemudian mereka yang tinggal dekat dengan pemukiman warga, dan mereka yang tinggal dekat pabrik sehingga kerap terdampak limbah pabrik.

Setiap tahunnya ia memperkirakan sekira 3.000 orang suku anak dalam yang ia rawat kesehatannya.

"Itu bukan data detail, kalau untuk rincian dan datanya ada kami simpan saya lupa angkanya," jelas dia.

Selain merawat kesehatan, Ia juga memberi edukasi tentang PHBS.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Baca berita lain tentang SAD dan KKI Warsi

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Hari, Sejumlah Wilayah Diprediksi Alami Hujan Lebat Disertai Petir

Baca juga: Pejabat Muarojambi Antusias Divaksinasi

Baca juga: HMP Studi Tadris Matematika UIN STS Jambi Memperkenalkan Prodi Matematika Melalui Olimpiade

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved