Breaking News:

Berita Nasional

Desakan KLB Partai Demokrat Menguat, Benteng Terakhir AHY Pertahankan Kursi Ketum Hanya SBY

Konflik di tubuh Partai Demokrat makin hangat. Tujuh kader yang dipecat, tetap menyuarakan kongres luar biasa (KLB).

Kolase Tribun Jabar (Instagram/annisayudhoyono/aniyudhoyono/agusyudhoyono)
SBY dan AHY. Desakan KLB Partai Demokrat Menguat, Benteng Terakhir AHY Pertahankan Kursi Ketum Hanya SBY 

Desakan KLB Partai Demokrat Menguat, Benteng Terakhir AHY Pertahankan Kursi Ketum Hanya SBY

TRIBUNJAMBI.COM - Konflik di tubuh Partai Demokrat makin hangat. Tujuh kader yang dipecat, tetap menyuarakan kongres luar biasa (KLB).

Menurut Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, konflik internal Partai Demokrat meruncing setelah adanya pemecatan terhadap sejumlah pengurus dan kader.

Selain itu, kubu Cikeas menganggap pemecatan terhadap kader yang dianggap membangkang tersebut merupakan hal yang lazim terjadi di sejumlah partai.

"Tentu saja, dalam konteks kepentingan kubu Cikeas, langkah pemecatan diambil dengan maksud untuk menciptakan stabilitas internal partai di tengah tekanan politik yang dialami kubu AHY (Cikeas)," kata Karyono kepada Tribunnews, Rabu (3/3/2021).

Jhoni Allen Marbun Melawan, Gugat AHY ke Pengadilan Karena Dipecat Dari Partai Demokrat

Kisah Unik Wanita Perancis Mau Dinikahi Pria Lombok, Jatuh Cinta Lihat Suami Memanjat Pohon Kelapa

Kisah Abdussamad Mengaku Sebagai Kajari, Bersama Keluarga Tidur di Hotel Selama 2 Bulan Tanpa Bayar

Dikatakan Karyono, pemecatan tersebut dilakukan di tengah dorongan KLB yang kian menguat.

Tujuannya untuk mengamankan status quo yakni posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum partai Demokrat.

Yang perlu diantisipasi, kata Karyono adalah efek dari tindakan pemecatan yang dilakukan secara serentak.

Jika tak terkendali justru bisa berpotensi menimbulkan gejolak yang lebih besar.

Besarnya gejolak tergantung pada situasi dan kondisi. Di sinilah perlu  kepiawaian kubu AHY mengelola konflik.

Halaman
1234
Editor: Rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved