Breaking News:

berita daerah

Kok Bisa Penderita Komorbid Tetap Divaksinasi

Penderita komorbid dan ibu menyusui kalau pertama-dahulu belum boleh tapi saat ini sudah bisa divaksin.

tribunjambi/musawira
M Fadhil Arief ikut serta dalam melaksanakan Vaksinasi Covid-19 dosis kedua, Rabu (17/2/2021) 

MUARABULIAN, TRIBUN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari masih terus melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes).

Sesuai data yang dihimpun dari Dinkes pada 28 Februari 2021 progres vaksinasi memperlihatkan untuk dosis pertama, sudah lebih dari sasaran yaitu 1.561 orang atau 100.6 persen capaian.

Baca juga: Sekolah Harus Rutin Disemprot Disinfektan Agar PTM Berjalan Aman

Sementara dosis kedua ada 1.215 orang atau 76.3 persen nakes yang telah disuntik vaksin Covid-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Batanghari, dr Elfie Yennie mengatakan sejauh ini proses vaksinasi Covid-19 bagi para nakes bisa dikatakan tidak ada hambatan yang berarti. Karena program vaksinasi ini menggunakan sistem. Apalagi data penerima sudah teraplikasi dengan P-Care. Banyaknya kasus yang ditunda serta tidak layak kata dr Elfie persyaratan penyuntikan memang lebih ketat.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Lebih Murah, Bibit Diserahkan ke Bio Farma Akhir Maret

Dia mengungkapkan belakangan ini begitu selesainya kajian uji klinis sehingga akhirnya lebih luas dan longgar. Seperti halnya pengidap komorbid, saat ini batas tekanan darah 180/110 juga sudah bisa divaksin yang awalnya hanya 140/90.

“Ada pula penderita komorbid dan ibu menyusui kalau pertama-dahulu belum boleh tapi saat ini sudah bisa divaksin,” kata dr Elfie Yenni, Kepala Dinkes Kabupaten Batanghari, Selasa (2/3).

Lalu, orang-orang yang sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19 ternyata setelah ada kajian sudah boleh diberikan dosis vaksin asal sudah melewati tiga bulan.

Baca juga: Bom di Badan Anak Santoso Meledak Ketika Satgas Madago Raya Kontak Senjata dengan Teroris Poso

"Kasus-kasus tunda dan tidak layak yang ditemukan sewaktu penyuntikan akhirnya sudah kita beri vaksin kembali,"

“Cakupan kita sudah 100 persen, kedepannya kita harus mempersiapkan lagi kekurangan-kekurangan dosis vaksin penyuntikan kedua, jika ada kekurangan kita sesegera mungkim koordinasikan dengan provinsi,”terangnya. (caw)

Penulis: A Musawira
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved