Breaking News:

Berita daerah

Sekolah Harus Rutin Disemprot Disinfektan Agar PTM Berjalan Aman

Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag Kabupaten Batanghari bersama-sama mengawal PTM di Kabupaten Batanghari.

tribunjambi/rifani halim
PTM SMA Negeri 7 Sarolangun berjalan sesuai prokes, lakukan pemilihan ketua OSIS 

MUARABULIAN, TIBUN - Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag Kabupaten Batanghari dan Bidang Kesra Pemkab Batanghari saat ini bersama-sama mengawal PTM di wilayah Kabupaten Batanghari.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari, dr Elfie Yennie mengatakan pihaknya terus melaporkan data terupdate perkembangan kasus Covid-19 disetiap tempat, begitu juga dengan kasus terbaru pihaknya selalu koordinasi.

Baca juga: Vaksin Covid-19 di Sarolangun Sudah 90 Persen Lebih, Tahap Kedua Masih Dilakukan

“Saya juga imbau bagi sekolah yang sudah menjalankan PTM untuk rutin melakukan penyemprotan disinfektan,"ungkap Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari, dr Elfie Yennie, Selasa (2/3).

Tidak hanya itu, pihak Satgas juga meminta agar pihak sekolah dan pihak terkait lainnya ikut mendukung lembaga pendidikan yang melaksanakna PTM patuh dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya harap SOP PTM yang kita sepakati memang benar-benar dijalankan oleh sekolah dan sekolah dalam hal ini selalu dibimbing oleh puskesmas,” katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Batanghari Alami Lonjakan, Satgas: Dominasi Penularan Transmisi Lokal

Lanjutnya, dr Elfie mengatakan yang berwenang menentukan bahwa sekolah itu bisa dilakukan PTM atau harus dihentikan sementara kembali ke puskesmas setempat.

"Karena itu tanggung jawab dari masing-masing sekolah, namun diarahkan dengan Satgas setempat dan Satgas Covid-19 dari pihak sekolah,”katanya.

Satgas sendiri mengatakan jika pihaknya terus memantau perkembangan PTM selama satu minggu dilaksanakan. Dan mereka tidak mencatat adanya hal yang membahayakan.

Baca juga: PTM SMA Negeri 7 Sarolangun Berjalan Sesuai Prokes, Lakukan Pemilihan Ketua OSIS

“Satu minggu kemarin, kita lakukan simulasi persiapan PTM, sejauh ini Allhamdullilah hasilnnya bagus,” katanya.

dr Elfie  mengaku dalam seminggu menjalankan simulasi PTM memang ada sekolah buka tutup karena adanya kasus suspek Covid-19 di lingkungan sekolah, maka dari itu pihaknya hentikan sementara.

“Jadi PTM ini sifatnya fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi, namun yang diperlukan adalah kerja sama yang baik antara Satgas Covid-19 setempat dan pihak sekolah,” ujarnya.

Lanjutnya, dr Elfie menyampaikan jika ditemukan ada kasus terkonfirmasi positif maka satgas melakukan pelacakan kontak dan setiap kontak erat harus diisolasi.

“Bagi sekolah yang menjalankan PTM mau tidak mau sekolah itu harus dihentikan sementara, jika ditemukan hal seperti itu,”terangnya. (caw)

Penulis: A Musawira
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved