Berita Selebritis
Myanmar Mencekam! Suster Ini Berlutut Menangis Depan Barikade Polisi, Sukses Selamatkan Demonstran
Bahkan hari Minggu kemarin, 28 Februari 2021 tersiar kabar paling berdarah akan bentrok militer dan sipil di negara tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM - Kudeta di Myanmar masih jadi sorotan dunia saat ini.
Bahkan hari Minggu kemarin, 28 Februari 2021 tersiar kabar paling berdarah akan bentrok militer dan sipil di negara tersebut.
Seperti gambar dari sebuah foto seorang suster yang menangis sambil berlutut di depan barikade polisi ini menjadi viral.
Seperti yang diketahui, polisi sedang mengejar demonstran di Myanmar jadi perbincangan publik dunia internasional.
Baca juga: Myanmar Kian Memanas, Polisi Tembak Mati Tujuh Pengunjuk Rasa Anti-kudeta Hingga Banyak yang Terluka
Baca juga: Gegara Arogansi Junta Militer Myanmar yang Blokir Sosmed Warganya, Facebook Beri Serangan Balasan
Baca juga: Inggris Hukum Enam Jenderal Pemimpin Kudeta Myanmar, Kini Hidupnya Kini Berubah Drastis
Foto tersebut memperlihatkan sang suster yang terlihat berderai air mata dan berjalan menuju barikade polisi Myanmar.
Sesampainya di depan barikade polisi yang berpakaian lengkap tersebut, sang suster langsung pun mendadak bertindak membahayakan dirinya dengan berlutut dan terlihat memohon.
Foto ini sempat viral di media sosial Twitter saat demo penolakan kudeta pecah di Myanmar baru-baru ini.
Foto itu pertama kali dibagikan oleh Uskup Agung Katolik Roma di Yangon, Myanmar, Kardinal Charles Maung Bong melalui akun Twitter pribadinya.
Beberapa foto juga ikut diunggah oleh Maung Bo mengenai kejadian tersebut terjadi di negaranya tersebut.
Melansir dari Twitter, Minggu (28/2/2021) Sang Uskuo Agung, Maung Bo menyebutkan bahwa suster tersebut berlutut tepat di depan barisan polisi.
Suster itu diketahui bernama Ann Nu Thawng.
Sambil menangis suster itu berlutut, suster Ann Nu Thawng memohon pada para polisi agar berhenti dan menghentikan aksinya dengan menangkapi para pengunjuk rasa.
Terkait aksi yang dilakukan suster Ann Nu Thawng ini, membuat setidaknya ratusan demonstran tak jadi diamankan oleh pihak kepolisian saat demonstrasi itu terjadi.
“Hari ini (Minggu), kerusuhan parah melanda seluruh negeri. Polisi menangkap, memukuli, dan bahkan menembaki rakyat,” ungkap Maung Bo.
“Dengan berurai air mata, suster Ann Nu Thawng memohon dan menghentikan polisi untuk berhenti menangkap para pengunjuk rasa,” kata Maung Bo.
Baca juga: 53 Orang Pegawai Kejari Muarojambi Jalani Rapid Test Antigen, Ini Hasilnya
Baca juga: Gebyar Kimia Unja Diikuti Ribuan Peserta, Rektor Mendukung Himpunan Mahasiswa
Baca juga: BREAKING NEWS Pamit ke Isteri Mau BAB, Fajri Ditemukan Tewas Sejauh 50 Meter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/di-myanmar-suster-ini-menangis-sambil-berlutut-di-hadapan-barikade-polisi.jpg)