Berita Selebritis
Myanmar Mencekam! Suster Ini Berlutut Menangis Depan Barikade Polisi, Sukses Selamatkan Demonstran
Bahkan hari Minggu kemarin, 28 Februari 2021 tersiar kabar paling berdarah akan bentrok militer dan sipil di negara tersebut.
Melansir dari Kompas.com, pada hari Minggu (28/2/2021) adalah hari yang paling berdarah dalam sejarah Myanmar dalam kudeta tersebut.
Hal itu dilaporkan setelah demo penolakan kudeta militer berubah mendadak menjadi sebuah kerusuhan.
Junta militer mengatakan, seorang polisi dinyatakan tewas dalam kerusuhan itu, seperti halnya yang dilansir dari Reuters.
Dunia internasional pun sampai mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak polisi di Myanmar untuk membubarkan aksi protes pada Minggu.
Pihak PBB yang mengetahui hal tersebut turut buka suara mengenai kudeta dan kekerasan pihak petugas ke sipil.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, melalui Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Minggu, mengecam tindakan junta militer sebagaimana dilansir Al Jazeera.
"Penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa damai dan penangkapan sewenang-wenang tidak dapat diterima," ujar Dujarric.
Mengutip dari AFP, Kepala Diplomatik Uni Eropa Josep Borrell sampai mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar pada para demonstran.
Borrell juga mengkonfirmasi bahwa militer Myanmar juga wajib harus bertanggung jawab dan bakal menerima sanksi dari blok tersebut.
Pada 4 Februari, Kardinal Charles Maung Bo juga mengunggah pernyataan resminya yang menolak kudeta militer melalui Twitter .
Dalam pernyataan tersebut, Maung Bo juga mengatakan bahwa rakyat Myanmar sudah sangat lelah dengan janji-janji palsu.
Baca juga: Pernyataan Ayus Sabyan Bikin Tebe Bingung dan Lemas, Lebih Pilih Nissa dari Ririe Fairus?
Baca juga: BREAKING NEWS 2,2 Hektare Kebun Kelapa Hibrida Ludes Dilalap Si Jago Merah
Baca juga: Promo KFC Terbaru Periode 1-12 Maret 2021: Ada Kombo Hoki hingga Personal Box Special KFC
“Anda (militer Myanmar) juga berjanji untuk mengadakan pemilu multipartai setelah satu tahun. Bagaimana Anda akan mendapatkan kepercayaan dari rakyat?” kata Maung Bo.
Dia juga menambahkan bahwa rakyat hanya bisa percaya jika janji-janji yang ada diimbangi dengan tindakan yang tulus.
“Kedamaian bisa dicapai. Kedamaian adalah satu-satunya jalan. Demokrasi adalah satu-satunya cahaya yang menuntuk ke jalan itu,” ujar Maung Bo.
(*)
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
Artikel ini telah tayang di SOSOK.ID
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/di-myanmar-suster-ini-menangis-sambil-berlutut-di-hadapan-barikade-polisi.jpg)