Breaking News:

Awalnya Kejar Rokok Ilegal, Bea Cukai Jambi Justru Temukan 53 Ribu Benur Senilai Rp 5,3 Miliar

Ribuan benur tersebut dikemas dalam 12 boks streofom, dan diamankan dari dalam sebuah mini bus warna hitam, dikawasan Jalan Lintas Sumatera, Mendalo D

Tribunjambi/Aryo Tondang
Petugas Bea Cukai Jambi dan BKIPM Jambi periksa ribuan benur di Kantor Bea Cukai Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bea Cukai Jambi berhasil gagalkan pengiriman 53.290 ekor benih lobster atau Benur senilai Rp 5,3 miliar.

Ribuan benur tersebut dikemas dalam 12 boks streofom, dan diamankan dari dalam sebuah mini bus warna hitam, di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Mendalo Darat, Jaluko, Kabupaten Muarojambi, Senin (22/2/2021) malam.

Kepala Bea Cukai Jambi, Ardiyanto mengatakan, pengungkapan tersebut berawal saat timnya melakukan penyelidikan, bahwa akan ada pengiriman rokok ilegal yang melintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Heboh Soal Nissa Sabyan dan Ayus, Melaney Ricardo Malah Sedih dengan Vicky Praetyo, Ada Apa?

Baca juga: Diperpanjang, Asraf Kembali Dilantik Sebagai Pj Sekda Kerinci

Baca juga: VIDEO Titik Api Kembali Muncul di Muarojambi, Lahan Gambut Terbakar Miliki Kedalaman 2 Meter

Kemudian, petugas melakukan penelusuran, dan menemukan sebuah mini bus warna hitam, yang diduga mengangkut rokok ilegal.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas bukan menemukan rokok ilegal yang menjadi target operasi, melainkan ribuan Benur, yang dikemas dalam 12 boks streofom.

Saat itu, kata Ardiyanto, pemilik atau pengemudi mobil sudah berhasil melarikan diri, sesaat sebelum petugas tiba di lokasi.

Katanya, diduga pelaku sudah mengetahui keberadaan petugas, saat dilakukan pembuntutan, hingga akhirnya berhasil melarikan diri.

"Benar kita amankan 53 ribu lebih Benur, yang awalnya kita melakukan penyelidikan rokok ilegal, tapi ternyata yang kita temukan justru benih lobster," kata Ardiyanto, Selasa (22/2021) siang.

Saat ini, ribuan Benur tersebut telah diamankan ke Kantor Bea Cukai Jambi, guna dilakukan pelepas liaran oleh pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Jambi.

"Kita akan berkordinasi dengan pihak BKIPM Jambi, untuk tindak lanjutnya," tutup Ardiyanto.

Pantauan di lokasi, ribuan benur tersebut dikemas dalam sebuah pelastik berisikan oksigen, dimana dalam satu pelastik, ditaksir mencapai 170 benur.

Kemudian, plastik-plastik tersebut disusun rapi dalam streofom, dan dilapisi pelastik hitam, direkatkan menggunakan lakban warna kuning

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved