Breaking News:

Patok Tarif Rp 1 Juta Per Cetak, Polisi Cari Suami Aprilian IRT Pembuat Ijazah Palsu di Kota Jambi

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handres mengatakan, saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pencarian, terhadap suami Aprilian.

tribunjambi/aryo tondang
Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi berhasil meringkus Aprilian Mulyanti (24), seorang ibu rumah tangga yang nekat menjadi pelaku sindikat pemalsuan ijazah. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi terus melakukan penyelidikan terkait sindikat pembuatan ijazah palsu, yang dilakukan oleh Aprilian Mulyanti (24), seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Jalan Pangeran Antasari, Talang Banjar, Kota Jambi.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handres mengatakan, saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pencarian, terhadap suami Aprilian.

Kata Handres, IRT muda tersebut menjalankan bisnis pembuatan ijazah palsu bersama sang suami.

Baca juga: UN Dihapus, Begini Penilaian Kelulusan Siswa Tahun Ini, Nilai Kelakuan Minimal B

Baca juga: Calon Presiden dari Kalangan Militer Dinilai Lebih Baik, Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN PT INTI untuk Lulusan SMA hingga S1, Tersedia 6 Posisi

Tidak tanggung-tanggung, Aprilian dan sang suami sudah memulai bisnis pembuatan ijazah palsu tersebut sejak 4 tahun lalu, yakni dari Tahun 2017 lalu.

Ijazah yang dipalsukan oleh pelaku mulai dari ijazah paket C SMA hingga ijazah S1. Untuk sekali pembuatan ijzah, pelaku mematok harga senilai Rp 1 juta.

"Kita sudah panggil yang bersangkutan, tetapi tidak datang," kata Handres, Senin (22/2/2021) pagi.

Sejauh ini, kata Handres, pihaknya belum menjadikan suami Aprilian sebagai daftar pencarian orang (DPO), namun masih terus melakukan penyelidikan.

Diberitakan sebelumnya, Tim Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi berhasil meringkus Aprilian Mulyanti, pelaku pembuat ijazah palsu.

Pengungkapan kasus tersebut beraw saat anggota Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi mendapatkan informasi masyarakat terkait maraknya peredaran ijazah universitas dan Sekolah Menengah Atas (SMA) palsu, awal Februari 2021 lalu.

Tidak tinggal diam, petugas kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut. Akhirnya, petugas mendapatkan nama seseorang yang diduga sebagai pelakunya.

Halaman
12
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved