Breaking News:

Kasus Suap Ketok Palu

Di Depan Hakim, Cornelis Buston Ngotot Tak Terima Uang Ketok Palu 

Jika yang dimaksudkan adalah uang 100 juta yang diterima dari Khusnindar pada pengesahan RAPBD tahun 2017

tribunjambi/dedi nurdin
Suasana sidang agenda pembacaan tuntutan kasus suap pengesahaan RAPBD Jambi tahun 2017-2018 di PN Tipikor Jambi, Kamis (18/2/2021). 

Dalam persidangan tersebut tak hanya tuntutan pidana, denda dan uang pengganti kerugian negara yang dibebankan untuk ketiga terdakwa. 

Dalam surat tuntutan berisi sekitar 1000 halaman itu, Jaksa Penuntut KPK juga mengajukan kepada majelis hakim agar para terdakwa dicabut hak politiknya selama lima tahun. Pidana tambahan ini berlaku setelah ketiga terdakwa dinyatakan telah selesai menjalani masa hukuman. 

Mengenai tuntutan Jaksa Penuntut KPK, Nazirin Lazie S.H, penasehat hukum Chumaidi Zaidi mengatakan akan menyapaikan pembelaan dalam persidangan selanjutnya. Pada intinya ia berharap agar Chumaidi mendapat hak untuk keringanan hukuman. 

"Klien kami sudah menyesal, makanya anggaran 2018 dia nggak mau ngambil. Kalau 2017 dia memang ngambil. Itu pun terakhir," kata Nazirin. 

Mengenai pengembalian uang yang pernah ia terima dan menjadi pertimbangan Jaksa Penuntut untuk mengajukan hukuman yang berat, Nazirin mengatakan Chumaidi sudah punya niatan untuk mengembalikan kerugian negara. 

Hanya saja, saat ini kliennya tidak memiliki uang dengan nilai yang dituntut oleh JPU KPK. 

Sementara itu, Indra Armendaris selaku penasehat hukum AR Syahbandar mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan terdakwa mengenai poin pembelaan yang akan disampaikan. 

"Tanggal 2 Maret nanti kesempatan kami menyampaikan pembelaan. Kami ingin bertemu Syahbandar sebelum pembelaan." Katanya. 

Heri Najib, penasehat hukum Cornelis Buston ketika dikonfirmasi mengenai tuntutan yang lebih berat dibandingkan dua terdakwa lainnya, ia mengatakan hal itu merupakan hal yang wajar. 

Apa lagi jika JPU KPK kemudian menjadikan alasan tidak adanya pengakuan dari Cornelis Buston menerima uang suap senilai 100 juta tersebut. "Itu wajar kalau Cornelis tidak mengakui. Karena memang dia tidak menerima uang ketok palu," katanya. 

Halaman
123
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved