Mata Najwa Tadi Malam Seru, Kecurangan Juliari Batubara Dibongkar Habis Banyak Kesaksian Mengejutkan
Banyak kesaksian warga di Mata Najwa menunjukkan bagaimana kecurangan bansos itu dilakukan pihak pemerintah. Simak lengkapnya di sini!
Mata Najwa Tadi Malam Seru, Kecurangan Juliari Batubara Dibongkar Habis Banyak Kesaksian Mengejutkan
TRIBUNJAMBI.COM - Warga penerima Bansos Covid-19 dari program Kementerian Sosial buka-bukaan soal beras berkutu, hitam dan tak layak dikonsumsi.
Banyak kesaksian warga di Mata Najwa menunjukkan bagaimana kecurangan bansos itu dilakukan pihak pemerintah.
Acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab yang tayang Rabu (11/2/2021) tadi malam, mengangkat tema "Ironi Korupsi Kala Pandemi".
Pada edisi tersebut, Mata Najwa membahas sederet fakta-fakta kecurangan di balik penyaluran bansos Covid-19.
Ujungnya adalah kasus korupsi di lingkungan Kementerian Sosial yang menjerat eks Menteri Sosial, Juliari Batubara.
• Mata Najwa Tadi Malam, Pedas Sindiran Maruf Amin Soal Siswi Dipaksa Berhijab, 3 Menteri Kelabakan
• Petinggi Demokrat Geger, Borok SBY Diumbar ke Publik, Max Sopacua Kecewa Sampai Bilang Begini
• Borok SBY Dibongkar Saat Kongres, Max Sopacua Kecewa Dibuang dari Demokrat, Begini SBY Aslinya
Yang menarik ketika Mata Najwa memutar kesaksian sejumlah warga penerima bansos Covid-19.
Mereka mengaku mendapat beras bantuan yang sudah berkutu, kusam, dan tak layak dikonsumsi.
Paket bansos ini diterima oleh keluarga Alexander Matius, salah satu warga di kawasan Jakarta.
"Kalau berasnya berkutu, sudah jelas. Ada yang dalam kondisi yang masih oke, ada yang rada kusam, jadi harus dipisah karena (berasnya) dalam satu kemasan," ungkap Alexander Matius, salah satu penerima bansos Kemensos ketika tampil di acara Mata Najwa, seperti dikutip dari Twitter @MataNajwa.
Alex mengaku, beras bantuan tersebut setelah dimasak jadi warna-warni, ada yang putih, ada yang sedikit gelap seperti dituang kuah.
"Baunya seperti gabah. Rasanya, karena mungkin pengaruh aroma, seperti makan tapi beraroma gabah, beda banget sama nasi pada umumnya. Agak aneh rasanya," kata Alexander.
Tidak hanya Alex, kasus serupa juga dialami oleh penerima bansos di sejumlah daerah.
Seperti penuturan Sofyan dari Cianjur, Jawa Barat dan ibu Mimin dari Jakarta Selatan.
"Yang menerima (bansos) sebenarnya ibu saya. Bantuannya senilai Rp 200 ribu, tapi barang-barangnya ternyata tidak sampai Rp 200 ribu," kata Muhamad Sofiyan, dikutip dari cuitan Twitter @MataNajwa, Rabu (10/2/2021).