Mata Najwa Tadi Malam, Pedas Sindiran Ma'ruf Amin Soal Siswi Dipaksa Berhijab, 3 Menteri Kelabakan
Maruf Amin menilai, negara telah memiliki cara dan aturan untuk tidak memaksakan suatu pihak melakukan hal yang tidak sesuai dengan hati nurani.
Mata Najwa Tadi Malam, Pedas Sindiran Ma'ruf Amin Soal Siswi Dipaksa Berhijab, 3 Menteri Kelabakan
TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Presiden Maruf Amin akhirnya ikut bicara soal siswi non muslim yang diwajibkan memakai jilbab di sekolah.
Mantan Ketua MUI itu bicara blak-blakan saat diminta Najwa Shihab komentari aturan kewajiban berjilbab di sekolah.
Acara Mata Najwa yang tayang Rabu (3/2/2021) tadi malam mengangkat tema Sekali Lagi Soal Toleransi.
Diketahui, kasus pemaksaan siswi non Muslim di Padang Sumatera Barat untuk mengenakan jilbab menjadi perhatian publik.
Kepada Najwa Shihab, Maruf Amin yang berlatar ulama pun menjelaskan soal wajib tidaknya jilbab di sekolah.
• Fadli Zon Gelagapan Setelah Wanita Ini Unggah Foto Mesranya di Twitter, Tapi Masih Berkelit Begini
• Mendadak Moeldoko Diminta Mundur dari KSP, Jangan Sampai Pak Jokowi yang Tertibkan Ada Apa?
• Begini Bisikan Rocky Gerung pada Moeldoko jika Inginkan Demokrat, AHY Bisa Guling, Apa SBY Rela?
Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim bersama 2 menteri lainnya ikut dibuat 'repot' dengan aturan sekolah yang mewajibkan siswi non muslim ikut berjibab.
Hingga akhirnya terbit SKB 3 Menteri khusus mengatur seragam di sekolah negeri.
Nadiem Makarim tak menginginkan kasus di Padang terulang.
Wakil Presiden Maruf Amin menilai, aturan yang mengharuskan siswi non muslim mengenakan jilbab di sekolah tidak tepat.
Hal tersebut kini tengah menjadi polemik setelah di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat mewajibkan muridnya yang non muslim mengenakan jilbab.

Maruf Amin menilai, negara telah memiliki cara dan aturan untuk tidak memaksakan suatu pihak melakukan hal yang tidak sesuai dengan hati nurani dan agamanya.
"Agama sendiri juga mengajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam agama.
Karena itu memaksakan aturan untuk non muslim pakai jilbab, dilihat dari aspek kenegaraan juga tidak tepat, tidak benar.
Dari segi keagamaan juga tidak benar," ujar Ma'ruf di acara Mata Najwa, Rabu (3/2/2021).