Mata Najwa Tadi Malam Seru, Kecurangan Juliari Batubara Dibongkar Habis Banyak Kesaksian Mengejutkan

Banyak kesaksian warga di Mata Najwa menunjukkan bagaimana kecurangan bansos itu dilakukan pihak pemerintah. Simak lengkapnya di sini!

Editor: Teguh Suprayitno
Instagram/najwashihab
Najwa Shihab di acara Mata Najwa-Ironi Korupsi dikala Pandemi, fakta buruknya bansos dari pemerintah dibongkar. 

"Saya mendapat masukan dari masyarakat, saya mewakili suara masyarakat karena masyarakat tidak ada keberanian untuk menyampaikan keluhan ini," terang Sofiyan.

Najwa Shihab di acara Mata Najwa.
Najwa Shihab di acara Mata Najwa. (Instagram/najwashihab)

Menurut Sofiyan, dari Rp 200 ribu, yang didapat oleh warga tidak sampai Rp 200 ribu.

Adapun rincian barang yang diterima, yakni beras 10 kilogram, ayam 1 kilogram, telur setengah kilogram, kacang hijau seperempat kilogram, jeruk 2 buah, dan kentang setengah kilogram.

Jika ditotal, menurut Sofiyan, tidak sampai Rp 200 ribu.

"Jika diukur dari harga (pasaran) di Cianjur, paling sekitar Rp 145.000-an lah," katanya.

Kondisi tersebut sudah dialami selama beberapa bulan, namun masyarakat masih sabar.

Kritikan Pedas Darmizal ke AHY, Putra SBY Disebut Lupa Sejarah Demokrat, Sibuk Pencitraan!

AHY Tiba-tiba Cemas Setelah Refly Harun Bicara Begini, Karir Politik Putra SBY Bisa Hancur, Kenapa?

Hingga akhirnya Sofiyan mengadukan masalah tersebut ke kepala desa.

"Kepala desa bilang, petugas desa hanya memonitor. Kemarin saya juga (sempat) dipanggil supplier yang mengirim barang pokoknya," kata Sofiyan.

Cerita serupa juga diungkap Mimin, warga Jakarta Selatan di acara Mata Najwa.

Dalam sebulan, dia dua kali dapat bantuan berupa beras, minyak goreng, biskuit, mi instan.

"Hanya saja berasnya bau, hitam, berkutu, tidak enak dimakan, ikan kaleng juga tidak enak. Yang bagus susu, biskuit sama minyak," terang Mimin.

Menteri Sosial Juliari Batubara ditahan KPK
Menteri Sosial Juliari Batubara ditahan KPK ((ANTARA FOTO/Galih Pradipta))

Daripada tak dimakan, Mimin mengakali beras bantuan tersebut dicuci hingga berulang kali.

"Tapi tetap aja nggak enak dimakan, kadang berair," kata Mimin.

"Ikan kalengnya nggak enak dimakan, jadi sampai sekarang masih ada. Itu (ikan kaleng) yang kayaknya nggak ada saya lihat dijual di toko-toko," kata Mimin lagi.

Warga berharap, bansos tersebut akan lebih baik jika diberikan dalam bentuk uang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved