Berita Viral
Modus Ritual Khodam, Guru Silat di Jambi Diduga Cabuli 7 Murid hingga Hamil
Sebanyak tujuh murid perempuan di sebuah padepokan silat dilaporkan menjadi korban predator seksual yang berkedok sebagai guru dan senior.
Ringkasan Berita:Guru Silat Cabul
- Guru silat di Jambi diduga cabuli 7 murid lewat modus ritual pasang khodam.
- Empat pelaku (H, HE, N, dan I) berbagi peran dalam aksi rudapaksa berulang.
- Seorang korban hamil dan satu lainnya dirudapaksa hingga 17 kali saat mata tertutup.
- Kasus terbongkar usai korban berinisial I melapor pada November 2025.
- Kuasa hukum sebut korban dimanipulasi agar tidak melawan selama ritual mistis.
TRIBUNJAMBI.COM – Sebuah skandal memilukan mencoreng dunia bela diri di Kota Jambi dengan melibatkan guru silat.
Sebanyak tujuh murid perempuan di sebuah padepokan silat dilaporkan menjadi korban predator seksual yang berkedok sebagai guru dan senior.
Tragisnya, salah satu korban yang baru berusia 16 tahun kini tengah mengandung.
Sementara korban lainnya berinisial KY (14) diduga telah dirudapaksa hingga 17 kali oleh para pelaku.
Kasus ini menyeret empat nama terduga pelaku, yakni dua orang guru silat berinisial H (38) dan HE, serta dua oknum senior berinisial N dan I.
Mereka diduga bekerja sama mengeksploitasi para murid dengan memanfaatkan kepercayaan dan ketakutan para korban.
Aksi bejat para pelaku dilakukan dengan perencanaan yang matang melalui modus ritual mistis bertajuk 'pemasangan khodam'.
Ritual ini biasanya dilakukan saat sesi latihan fisik telah usai.
Para korban diminta mengikuti prosedur tersebut agar tidak menjadi orang yang "linglung" dalam mendalami ilmu bela diri.
Baca juga: Remaja di Palembang Tewas Usai Latihan, Bagaimana Kasus Guru Silat di Jambi?
Baca juga: Pesan Darurat Jurnalis Tempo Usai Ditahan Tentara Israel: Bebaskan Kami, Pak Prabowo
Kuasa hukum korban, Putra Tambunan, mengungkapkan dalam proses tersebut, mata korban ditutup rapat menggunakan kain hitam.
Hal ini dilakukan untuk menutupi identitas pelaku serta tindakan asusila yang sedang dilancarkan.
"Jadi mata korban ditutup pakai kain hitam. Pelaku bilang ke korban 'kalau ada gerakan-gerakan, jangan dilawan, ikuti saja, itu khodamnya sedang masuk', seperti itu," ujar Putra Tambunan saat diwawancarai pada Selasa (19/5/2026) dilansir dari Kompas.com.
Pelaku secara psikologis menekan korban agar tidak melakukan perlawanan maupun berteriak.
Mereka meyakinkan para murid bahwa segala sentuhan fisik yang dirasakan merupakan bagian dari proses metafisika masuknya kekuatan gaib ke dalam tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260519-Ilustrasi-pelecehan.jpg)