Berita Internasional

Digadang Jadi Negara Bangkrut, Inilah Daftar Negara Terlilit Utang China, Ada Tetangga Indonesia

Namun, pesatnya teknologi negaranya hingga pembangunan dan didukung perekonomian negaranya yang baik, buat negara lain yang kini

Editor: Andreas Eko Prasetyo
CGTN
Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNJAMBI.COM - China dikenal sebagai negara adidaya kedua setelah Amerika Serikat. Dulunya negara China tidaklah seberkembang saat ini.

Namun, pesatnya teknologi negaranya hingga pembangunan dan didukung perekonomian negaranya yang baik, buat negara lain yang kini banyak bertumpu ke China.

Lalu, negara mana saja yang terlilit utang dengan Negeri Panda itu?

Inilah daftar negara di dunia yang terlilit utang China.

Ilustrasi-China yang kini jadi negara adidaya
Ilustrasi-China yang kini jadi negara adidaya (AFP)

Yang cukup mengejutkan, negara yang terlilit utang ke China tersebut diprediksi akan mengalami kebangkrutan

Lalu, negara mana saja terlilit utang dengan China sampai-sampai bakal diprediksi bangkrut?

Saat ini, agenda besar China adalah menciptakan Belt and Road Initiative (BRI).

BRI tersebut dikenal dengan sebutan Sabuk dan Jalan China.

Proyek ini memungkinkan China untuk mengucurukan dana hingga 8 triliun dollar AS.

Dana itu diperuntukkan dalam proyek infrastruktur di seluruh Eropa, Asia dan Afrika.

China Mendadak Ngamuk Ingin Serang Rusia, Dendam Kuno Ini Buat Panas, Sejarah Vladivostok Terungkap

DAFTAR Negara-negara Yang Terlilit Utang Dengan China, Diprediksi Mengalami Kebangkrutan

China tak Akan Biarkan Taiwan Deklarasikan Kemerdekaan, Tiongkok Siap Perang Habis-habisan

Tapi proyek ini menimbulkan kekhawatiran ke negara yang didanainya, menurut Center for Global Development.

Studi itu mengevaluasi tingkat hutang dari 68 negara yang menjadi tuan rumah proyek BRI China.

Ditemukan ada 23 negara yang berisiko mengalami kesulitan utang saat ini.

Bahkan di antara 23 negara tersebut ada 8 negara yang di antaranya dalam kondisi mengkhawatirkan dan bisa terancam bangkrut.

Delapan negara ini, berisiko tinggi karena memiliki proporsi utang luar negeri cukup tinggi pada China dan Bank di China.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved