Cerita Pilu Pramugari NAM Air Saat Diajak Terbang Isti Yudha, Malah Bertemu di Pemakanan, Jejeritan!
Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 meninggalkan duka mendalam bagi publik di Indonesia. Terungkap fakta baru yang mengundang tangis keluarga.
Cerita Pilu Pramugari NAM Air Saat Diajak Terbang Isti Yudha, Malah Bertemu di Pemakanan, Jejeritan!
TRIBUNJAMBI.COM - Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 meninggalkan duka mendalam bagi publik di Indonesia.
Di tengah evakuasi para korban, terungkap fakta baru yang mengundang tangis keluarga.
Inilah cerita pertemuan terakhir pramugari dan temannya sebelum musibah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh.
Pramugari Nam Air yang ikut naik Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu bernama Isti Yudha Prastika (34).
Teman Isti Yudha Prastika bercerita pertemuan terakhirnya dengan mendiang.
Baca juga: Pengakuan Istri Pilot Sriwijaya Air SJ182, Tak Sadar Suami Beri Pesan Ini Sebelum Pesawat Jatuh
Baca juga: Nasib Ribka Tjiptaning Diujung Tanduk Setelah Petinggi PDIP Marah, Sesumbar Tolak Vaksinasi Covid-19
Baca juga: Pedas Sindiran Fadli Zon ke Jokowi Gegara Ucapan Duka, Mendadak Terdiam Setelah Lihat Bukti Ini
Satu ajakan Isti yang tak pernah terwujud diungkapkannya.
Diketahui pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Pesawat mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.
Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak.
Jenazahnya sudah dimakamkan di TPU Pondok Petir Depok, Sabtu (16/1/2021).
Sebagian kolega Isti datang dengan mengenakan seragam tugas, sebagian lagi berpakaian hitam-hitam.
Mereka turut mengiringi peti jenazah ke liang lahat.

Mereka tampak berdoa setelah prosesi penguburan selesai. Sebagian besar meneteskan air mata.