Berita Internasional
21 Tahun Lepas dari Indonesia, Timor Leste Malah Makin Miskin, Padahal Negaranya Berlimpah Minyak
21 tahun lepas dari Indonesia, nyatanya Timor Leste justru semakin miskin meskipun memiliki cadangan minyak dan gas yang melimpah di alamnya.
Menurut lembaga itu salah satu alasan utama Australia mendukung invasi Indonesia ke Timor Leste adalah untuk mendapatkan akses ke minyak Laut Timor.
Dan di Timur Tengah, keinginan Eropa akan minyak menjadi motivasi utama bagi penjajahan Inggris dan Prancis setelah Perang Dunia I.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Selasa (19/1/2021) di Kota Jambi Diperkirakan Akan Berawan, Penjelasan Lengkap BMKG
Baca juga: Alasan Puskesmas di Kota Jambi Ketika Nakes Tidak Tercatat Jadi Peserta yang Telah Divaksin
Baca juga: Tahun 2020, Ratusan Warga Merangin Menjanda, 10 di Antaranya ASN
Baru-baru ini, salah satu alasan utama invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak setahun yang lalu adalah keinginan Amerika untuk lebih mengontrol pasokan minyak global.
Sementara di Timor Leste, mereka tidak memiliki tradisi keterlibatan publik yang konstruktif dalam pembuatan kebijakan.
Bagi kebanyakan orang, seluruh hubungan mereka dengan pemerintah sebelum 1999 mengalami perlawanan.

Pejabat pemerintah cenderung protektif terhadap informasi dan enggan mempercayai masyarakat sipil.
Misalnya, rancangan undang-undang jarang ditampilkan kepada publik sampai disetujui oleh Dewan Menteri.
Dan ketika pejabat terlibat dengan masyarakat sipil, sosialisasi sering kali menggantikan konsultasi.
Di mana pemerintah memberi tahu orang-orang apa yang akan dilakukan daripada menanyakan apa yang diinginkan atau dibutuhkan masyarakat.
Pola ini dibuat oleh Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan akan sulit untuk dihilangkan.
Kemudian pada pemerintahan Timor Leste yang baru, hanya ada sedikit undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Parahnya baik warga negara maupun pegawai negeri tidak mengetahui hal itu.
Lembaga itu kurang memiliki pemahaman yang kuat tentang apa yang dapat diterima dan apa yang tidak.
Tanpa pegawai negeri yang profesional dan berpengalaman, kemungkinan korupsi atau penerapan hukum yang tidak konsisten akan meluas.
Perlu waktu untuk membangun tradisi kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.
Baca juga: Lama Tak Terdengar Kabar, Begini Nasib Ustaz Maheer At-Thuwailibi Selama Dipenjara, Ternyata
Baca juga: Sekda Harap Investasi Berikan Dampak Positif Bagi UMKM
Baca juga: Korban Penyekapan di Muarojambi Sudah Dipulangkan, Pelaku Masih Dalam Pengejaran Polisi
Sebagian artikel ini sudah tayang di Intisari.grid.id dengan judul Berkah Bagi Negara Kaya Kutukan Bagi Negara Miskin, Lembaga Timor Leste Ini Ungkap Fakta Mengejutkan Minyak Bumi di Negaranya, 'Akan Lebih Baik Tidak Pernah Ditemukan'