Berita Internasional
21 Tahun Lepas dari Indonesia, Timor Leste Malah Makin Miskin, Padahal Negaranya Berlimpah Minyak
21 tahun lepas dari Indonesia, nyatanya Timor Leste justru semakin miskin meskipun memiliki cadangan minyak dan gas yang melimpah di alamnya.
TRIBUNJAMBI.COM - Bagi masyarakat Indonesia, negara Timor Leste pastinya mengingatkan masa lalu saat dulu masih menjadi bagian dari Indonesia.
21 tahun lepas dari Indonesia, nyatanya Timor Leste justru semakin miskin meskipun memiliki cadangan minyak dan gas yang melimpah di alamnya.
Akhirnya terjawab sudah penyebab Timor Leste semakin miskin setelah keluar dari Indonesia.
Padahal jika dipikir-pikir, Timor Leste adalah salah satu negara yang limpah dengan minyak dan gas bumi.
Namun sayangnya belimpah minyak dan gas bumi nyatanya tak bisa membuat Timor Leste hidup sejahtera.
Baca juga: Rahasia Timor Leste Kendalikan Virus Corona dengan Nol Kematian, Negara Kecil Itu Lakukan Ini
Baca juga: Bak Anak Kesayangan, China Rela Besar-besaran Gelontorkan Uang Untuk Timor Leste, Ini Alasannya
Baca juga: Terungkap Alasan China Menyukai Timor Leste hingga Rela Investasi Gila-gilaan
Bahkan mengutip dari lembaga penelitian Timor Leste La'p Hamutuk, warga negara tersebut menyebut menyesal memiliki minyak dan gas tapi tetap saja miskin.
Di sebagian negara memiliki kekayaan minyak dan gas bumi melimpah adalah sebuah anugerah.
Hal ini lantaran minyak di negara miskin, lebih sering tidak menguntungkan sebagian besar rakyatnya sendiri.
Uang yang dihasilkan hanya akan diembat beberapa orang, dan mengarah pada kebijakan yang salah atau tidak berkelanjutan.
Industri inyak dapat merusak lingkungan, dan seringkali berakhir pada pelanggaran HAM, dan ini terjadi pada banyak cara.

Pejabat publik dan perusahaan, dan dapat menyebabkan penipuan atau penyuapan.
Dari Shah Iran, Sani Abacha Nigeria hingga Saddam Hussein Irak, para diktator telah mengambil alih kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan besar minyak.
Mereka menggunakannya untuk keuntungan pribadi, untuk mempertahankan kendali, dan untuk mendanai represi.
Tetapi bahkan di negara-negara kaya dan demokratis, korupsi tersebar luas di industri minyak.
Minyak sangat berharga sehingga pemerintah berperang untuk mendapatkannya.