Gawat, Amerika dan Iran Memanas, AS Kirim 2 Pesawat Pembom ke Timur Tengah, Begini Kondisinya Kini
Timur Tengah kini kembali mencekam setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memanas. Bahkan AS telah mengirim pesawat pembom B-52.
Gawat, Amerika dan Iran Memanas, AS Kirim Dua Pesawat Pembom ke Timur Tengah, Begini Kondisinya Kini
TRIBUNJAMBI.COM - Timur Tengah kini kembali mencekam setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memanas. Bahkan AS telah mengirim pesawat pembom B-52.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat ditandai oleh keluarnya AS dari Kesepakatan Nuklir 2015 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump 2018 lalu.
Kemudian di tahun 2020, hubungan kedua negara kian memanas oleh berbagai peristiwa yang terjadi.
Pada awal tahun itu, Iran dibuat marah dengan pembunuhan jenderal topnya, Qassem Soleimani melalui serangan pesawat tak berawak AS.
Peristiwa menghebohkan tersebut tepatnya terjadi pada 3 Januari 2020.
Baca juga: Semakin Bahaya, Ini Kekuatan yang Buat AS Ngeri Jika Iran Nekat Balas Dendam Jelang Pelantikan Biden
Baca juga: BAHAYA China Mata-matai Indonesia, Nelayan Sulsel Temukan Drone Pengintai, TNI Buru-buru Lakukan Ini
Baca juga: Timur Tengah Kembali Mencekam! Iran Bersumpah Akan Serang Israel, Joe Biden Harus Segera Lakukan Ini
Oleh karena itu, kini pergantian tahun ini mungkin akan membuka luka lama Iran.
Menjelang peringatan satu tahun kematian Qassem Soleimani, dikhawatirkan pertempuran bakal pecah di antara keduanya.
Terlebih, di akhir tahun 2020, Iran juga kembali kehilangan tokoh pentingnya.
Yaitu seorang ilmuwan nuklir bernama Mohsen Fakhrizadeh, di mana Israel -sekutu dekat AS- dituduh bertanggngjawab atas insiden tersebut. Menambah daftar balas dendam Iran.

Menangkap akan kemungkinan serangan balas dendam Iran bertepatan peringatan kematian jenderal topnya, AS melakukan berbagai persiapan yang diakui untuk pencegahan, termasuk mengirim pesawat tempurnya ke Timur Tengah.
Bagaimana dengan Iran?
Dua pembom B-52 terbang di atas Teluk Persia pada hari Rabu untuk menunjukkan kemungkinan militer diarahkan ke Iran, menurut laporan nypost.com (31/12/2020).
Kedua pembom jarak jauh Angkatan Udara dalam misi perjalanan pulang-pergi 30 jam ke Timur Tengah lepas landas dari pangkalan udara di Minot, North Dakota, pada hari Selasa dan diisi bahan bakar dalam penerbangan.

Misi itu merupakan yang kedua bulan ini di Teluk Persia, menyoroti meningkatnya kekhawatiran Washington tentang kemungkinan pembalasan Iran terhadap AS atau fasilitas sekutunya ketika Presiden terpilih Joe Biden bersiap untuk memasuki Gedung Putih pada 20 Januari.