Timur Tengah Kembali Mencekam! Iran Bersumpah Akan Serang Israel, Joe Biden Harus Segera Lakukan Ini
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Israel secara sengaja hendak menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam peperang besar.
Timur Tengah Kembali Mencekam! Iran Bersumpah Akan Serang Israel, Joe Biden Harus Segera Lakukan Ini
TRIBUNJAMBI.COM, TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Israel secara sengaja hendak menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam peperang besar.
Pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh disebut sebagai upaya provokasi Israel, yang sedianya dipicu di sisa pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Pernyataan disampaikan Rouhani saat konferensi pers di Teheran, Senin (14/12/2020). Hassan Rouhani menyoroti prioritas utama Iran saat ini adalah memastikan keamanan dan stabilitas kawasan.
“Mengobarkan ketidakstabilan dan perang di hari-hari terakhir pemerintahan Trump adalah tujuan utama rezim Zionis dalam pembunuhan (Fakhrizadeh) itu," kata Rouhani seperti diwartakan Russia Today, Selasa (15/12/2020) WIB.
Baca juga: Wanita Cantik Ini Ternyata Mata-mata China, Rela Ditiduri Banyak Politisi AS Demi Dapat Informasi
Baca juga: Mencekam! Perang China dan Taiwan Bisa Pecah, AS Segera Kirim Ardama Tempur, Begini Kondisinya Kini
Baca juga: VIDEO Media Australia Bongkar Kelakuan Staf PBB di Timor Leste Lakukan Ini Pada Gadis China
Pemimpin Iran itu berjanji membalas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh, tetapi mengatakan mereka akan menunggu sampai waktu dan tempat yang tepat, agar tidak mengguncang kawasan.
Fakhrizadeh terbunuh pada 27 November 2020 ketika konvoinya diserang di sebuah jalan raya 175 kilometer dari Teheran.
Iran secara cepat menuduh Israel melakukan operasi pembunuhan itu. Orang-orang yang dituduh terlibat dalam serangan itu telah ditangkap.

Fakhrizadeh adalah Kepala Badan Riset dan Inovasi Pertahanan Iran. Ia dipandang sebagai tokoh kunci dalam program nuklir negara itu. Israel sejauh ini belum merilis komentar resmi atas insiden tersebut.
Selama konferensi pers, Rouhani juga membahas masalah Amerika yang membatalkan kesepakatan nuklir Iran.
Iran, menurut Rouhani, bersedia bekerja dengan pemerintahan Biden-Harris, jika dia mengoreksi kebijakan Trump.
Tapi Presiden Iran mengatakan negaranya tidak akan menerima prasyarat apa pun dan kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tidak terbuka untuk negosiasi ulang.
Ia memberi tahu AS satu-satunya pilihan adalah bagi Amerika untuk bergabung kembali dengan proposal awal.
Jika AS menerima persyaratan itu dan mencabut sanksi yang diberlakukan pemerintahan Trump, Iran akan mematuhi aturan asli yang diterapkan padanya tanpa penundaan.
Baca juga: Timur Tengah Mencekam, Ini Negara yang Ingin Dilenyapkan Amerika di Akhir Pemerintahan Donald Trump
Baca juga: Mencekam! Pesawat Tempur dan Kapal Serbu AS Masuki Laut China Selatan, Amerika Siapkan Ini ke China
Iran juga tidak akan merundingkan program misil atau kegiatan regionalnya dengan AS dan pemerintahan barat lain.