Breaking News:

Berita Kota Jambi

Jaksa Hadirkan Ahli Konstruksi dari Kementerian, Hitung Kerugian Negara Proyek Aspal Jalan di Tebo

Jaksa Penuntut Kejaksaan Negeri Tebo hadirkan ahli bidang konstruksi jalan dari kementrian PUPR Dr Ir I Nyoman dalam persidangan

tribunjambi/dedi nurdin
Jaksa Penuntut Kejaksaan Negeri Tebo hadirkan ahli bidang konstruksi jalan dari kementrian PUPR Dr Ir I Nyoman dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengaspalan jalan di Kabupaten Tebo dengan terdakwa Ir Saryono, Ali Arifin, Musashi Pangeran Barata dan Deni Kriswardana.  Pemeriksaan keterangan Ahli pada persidangan itu berlangsung melalui jaringan virtual, Senin (14/12/2020).  

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Kejaksaan Negeri Tebo hadirkan ahli bidang konstruksi jalan dari kementrian PUPR Dr Ir I Nyoman dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengaspalan jalan di Kabupaten Tebo dengan terdakwa Ir Saryono, Ali Arifin, Musashi Pangeran Barata dan Deni Kriswardana. 

Pemeriksaan keterangan Ahli pada persidangan itu berlangsung melalui jaringan virtual, Senin (14/12/2020). 

Dalam persidangan itu, Ahli diminta menerangkan terkait proyek multi years pengaspalan jalan pada paket 10 dan 11 tahun anggaran 2013 hingga 2015. 

Ahli menerangkan pada pekerjaan tersebut telah diambil sampel baik pada paket 10 yang dikerjakan pengaspalan jalan sepanjang jalan paal 12 sampai jalan 21 unit 1. Maupun pada paket 11 dari Muara Niro sampai dengan Muara Tabun. 

Dari sampel yang diambil sesuai dengan lokasi yang disepakati ditemukan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi. 

Baca juga: VIDEO: Keyakinan Fadli Zon ke Rizieq Shihab, Ajukan Diri Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan

Baca juga: Hanya Bisa Rehab Satu Sekolah, 2021 Disdik Muarojambi Perbaiki Sarana Pendidikan yang Rusak

Baca juga: Medco Intip Peluang Kerja Sama dengan Pertamina, dari Eksplorasi hingga Blok Rokan

Pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya juga mempertanyakan soal proses penyidikan yang dilakukan pihak Kejaksaan Agung RI. Padahal saat itu masih dalam masa tenggang kontrak yang belum berakhir. 

Mengenai hal itu, Ahli menerangkan harusnya dilakukan perbaikan sesuai dengan spek induk dalam kontrak. "Harusnya serah terima belum dapat diterima. Tapi kenyataan paket 10 sudah dilakukan serah terima. Mestinya harus diperbaiki dulu," kata Ahli menjawab pertanyaan Penasehat hukur Ir Saryono

Dalam keterangannya Ahli juga mengatakan adanya kekurangan volume pada pekerjaan paket 10. Ia juga menerangkan bahwa menkanisme penghitungan pada proyek tersebut dilakukan total los. 

"Ketidak sesuaian dengan spek, Pekerjaan tidak dapat diterima dan tidak dapat dianggap pekerjaan pada saat menghitungnya," katanya. 

Sementara pada persidangan itu, Ir Saryono selaku direktur PT Rimbo Peraduan menerangkan hanya satu kali turun langsung kelapangan untuk melakukan pemantauan. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved