Breaking News:

Pilkada Jambi

Selain Ratusan Pasien dan Keluarganya, Ternyata Pegawai RS Kolonel Abunjani Juga Tak Bisa Milih

Ratusan pasien dan keluarga pasien RS Kolonel Abunjani Bangko terancam tidak bisa memilih calon gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi

Tribunjambi/muzakkir
Pegawai RS Kolonel Abunjanibjuga terancam tidak bisa memberikan hak suaranya untuk Pilgub Jambi 

Selain Ratusan Pasien dan Keluarganya, ternyata Pegawai RS Kolonel Abunjani juga tak bisa Milih.

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Ratusan pasien dan keluarga pasien RS Kolonel Abunjani Bangko terancam tidak bisa memilih calon gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi.

Tak hanya pasien, puluhan pegawai baik perawat, bidan, dokter, paramedis dan petugas lainnya di RS Kolonel Abunjani Bangko juga bernasib sama.

Pengakuan dari perawat di RS Kolonel Abunjani Bangko, mereka sengaja tidak memilih di TPS yang terdaftar. Katanya, mereka diinformasikan dari pihak rumah sakit jika petugas dari RS boleh memilih hanya dengan persyaratan e-KTP saja.

Baca juga: PKS Tolak Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPRD: Ternyata Ini Alasannya

Baca juga: Live Quick Count Hasil Pilkada Tanjab Barat 2020 di pilkada2020.kpu.go.id Ada 3 Calon

Baca juga: Ratusan Pasien di Bangko Terancam tak Bisa Milih, Berman Saragih Ngaku tidak terima surat dari KPU

"Kami disuruh bawa e-KTP saja. Katanya bisa nyoblos hanya dengan e-KTP saja," kata perawat diruangan Bedah RS Kolonel Abunjani Bangko, Rabu (9/12).

Menurut dia, tidak ada dispensasi waktu dari pihak rumah sakit untuk memilih, sebab mereka dinas menggunakan shift. Jika mereka tidak datang tepat waktu, maka siapa yang mengurus pasien, sementara petugas yang dinas malam pulang tepat waktu.

"Kalau kami telat datang, siapa yang ngurus pasien. Jika pasien gawat, siapa yang tanggung jawab, makanya kami disuruh untuk bawa e-KTP saja," kata perawat itu lagi.

Ketua PPK Kecamatan Bangko Supmedi menyebut, pemilih tidak bisa menggunakan hak suaranya hanya dengan memperlihatkan e-KTP saja, kecuali mereka berdomisili di dekat TPS tersebut.

Baca juga: Hotman Paris Diperiksa Terkait Video Syur Mirip Gisel? Curhatan 3 Tahun Lalu Soal Video Jadi Kunci

Baca juga: Live Quick Count Hasil Pilkada Jambi Bengkulu, Kepri dan Kalteng

Baca juga: Sinopsis School 2015 Episode 8, Yi An Kecewa Karena Eun Bi Tidak Jujur

"Kalau ada A5 bisa. Kalau e-KTP dak bisa," kata Supmedi.

Artinya pasien, keluarga pasien dan petugas rumah sakit yang kebetulan dinas tidak bisa memilih.

Menurut dia, saat ini mereka hanya bisa mendata pasien yang dirawat disini yang memiliki A5 ataupun e-KTP yang berdomisili disini.

"Sampai sekarang pukul 13.42 wib, belum ditemukan pasien yang bisa milih,. Begitu juga denga petugasnya, dan otomatis tidak ada suara disini, tapi kami akan koordinasi lagi," kata Supmedi. (*)

Penulis: Muzakkir
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved