Wikijambi
WIKIJAMBI 10 Tempat di Jambi yang Simpan Nilai Sejarah, dari Museum, Rumah Adat, hingga Monumen
Provinsi Jambi merupakan satu di antara yang menyimpan banyak sejarah. Peninggalan sejarah di Jambi dapat ditemui hampir di semua kabupaten/kota.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
6. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi ternyata juga memiliki museum. Namun, karena menempati sebuah ruangan konservasi dan preparasi, museum milik instansi vertikal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini hanya bisa diakses dengan surat izin tertulis. Di sini, lebih banyak memberikan pengetahuan mengenai kepurbakalaan dan sejarah Jambi.
7. Pondok Pesantren Wali Peetu
Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pondok Pesantren Wali Peetu ini ternyata juga menyimpan sejumlah benda bersejarah.
Ada ruang khusus di kompleks pesantren yang menjadi tempat penyimpanan nenda bersejarah itu. Misalnya, pecahan keramik dari Dinasti Sung, pecahan bom, hingga nisan kuno zaman Kesultanan Melayu Jambi.
Lokasinya terletak di Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
8. Museum Geopark Merangin Jambi

Sesuai namanya, museum Geopark Merangin berlokasi di Kabupaten Merangin. Awalnya, tempat ini hanyalah sebuah museum mini.
Namun sejak Merangin ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional oleh Kementerian ESDM, museum ini berubah konsep dan penampilan baru menjadi lebih menarik dan interaktif.
Museum ini terletak di Jalan Mayor Syamsuddin Uban, Kelurahan Pasar Bawah, Bangko.
9. Rumah Tuo Rantau Panjang

Rumah Tuo Rantau Panjang terletak di Kelurahan Kampung Baruh, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.
Rumah tuo merupakan rumah adat asli suku Batin di Rantau Panjang, sebuah daerah yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Bangko. Rumah ini masih dihuni keturunan dari raja Puyang Bungkuk, leluhur suku Batin.
10. Museum dan Monumen Gempa Kerinci
Pada 7 Oktober 1995, gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Kerinci dan sekitarnya. Sebanyak 84 orang meninggal dan ribuan mengalami luka-luka.
Baca juga: Perjalanan Rizal Djalil Hingga Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK
Baca juga: Masuk Akhir Tahun, Tiga Ponsel Oppo Ini Turun Harga Lengkap dengan Spesifikasinya, Ada RAM 8GB
Baca juga: Ternyata Raffi Ahmad Tengah Mempersiapkan Ini Saat Dimas Pergi, Raffi : Sebulan Kos Dulu Dekat Sini
Sebuah masjid di Desa Koto Iman retak-retak akibat gempa. Untuk mengenang peristiwa ini, masjid tersebut difungsikan sebagai museum dan monumen gempa. Di sana, tampak dokumentasi kejadian pascagempa 1995 lalu. Museum itu terletak di Desa Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.
(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)