Berita Kota Jambi

Wilayah Seberang Kota Jambi Mulai Tergenang Air, Warga Mulai Menggunakan Sampan

Luapan Sungai Batanghari telah memasuki area pemukiman warga di wilayah Seberang Kota Jambi sejak Sabtu malam.

Editor: Rahimin
SUMBER FOTO: Monang Widyoko
Seberang Kota Jambi mulai tergenang banjir, awal Desember 2020. Wilayah Seberang Kota Jambi Mulai Tergenang Air, Warga Mulai Menggunakan Sampan 

Wilayah Seberang Kota Jambi Mulai Tergenang Air, Warga Mulai Menggunakan Sampan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Luapan Sungai Batanghari telah memasuki area pemukiman warga di wilayah Seberang Kota Jambi sejak Sabtu malam.

Terlihat dari pantauan Tribun Selasa (1/12/2020) siang, air dari Sungai Batanghari yang meluap mulai menutup akses jalan menuju rumah warga.

Saat memasuki daerah dekat Polsek Danau Teluk, Tribun memantau sudah ada air yang mulai menggenangi area bawah rumah panggung milik warga.

Baca juga: 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Satu Polisi Terluka Kena Panah di Punggung

Baca juga: Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Siapkan 5 Kerangka Baru, Percepatan Pembangunan Papua & Papua Barat

Baca juga: Kisah Ali Kalora Pimpinan MIT Paling Diburu Aparat, Terlibat Teror Sigi, Menyamar Jadi Warga Lokal

Kemudian mulai terlihat warga menggunakan sampan untuk menjadi alat transportasi mereka sejak di wilayah Tanjung Raden. Mulai dari sana hingga wilayah Tanjung Johor, air mulai menggenangi area rumah warga.

Meski air tidak sampai ke dalam rumah, namun jalan yang biasa digunakan warga untuk lalu lalang telah terendam air setinggi badan orang dewasa.

Abdul, satu warga yang Tribun temui di jalan mengatakan dari seluruh area Seberang Kota Jambi ini, daerah Perumahan Rakit, Tahtul Yaman yang paling cepat terendam air.

"Daerah sana itu rendah. Paling cepat kena banjir kalau Sungai Batanghari mulai naik," ujarnya.

Tribun juga memantau yang terendam banjir tak hanya area rumah warga, melainkan juga tempat pemakaman umum, bahkan persawahan milik warga pun turut menjadi korban rendaman banjir akibat luapan Sungai Batanghari.

Kemudian di daerah Sanggar Batik, sudah ada kapal, speedboat, perahu karet, dan motor trail milik Basarnas dan BPBD yang siap untuk digunakan ketika banjir sudah mulai parah.

Warga di sana pun telah meletakan kendaraan mereka di area yang lebih tinggi. Agar dapat tetap bisa digunakan.

Zainal, warga Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi yang akses rumahnya terendam banjir mengatakan kondisi ini mulai terjadi sejak Sabtu malam.

Baca juga: Karni Ilyas Terseret Kasus di Manggarai, Hari Ini Diperiksa, Apa Kasusnya Sampai Negara Rugi Rp 3 T

Baca juga: Lahar Panas Gunung Semeru Menerjang, Penambang Pasir Lari Tunggang Langgang, 550 Warga Mengungsi

Baca juga: Ahok Bermasalah Lagi, Kasus Pembelian Lahan di Cengkareng Kembali Diungkap MAKI

"Air sudah mulai naik itu dari Sabtu malam kemarin. Jadi kami (warga) semua sesegera mungkin meletakan kendaraan di jalan utama, yang lokasinya lebih tinggi," ungkapnya.

Zainal mengatakan pada Minggu paginya air telah memenuhi jalan setapak yang biasa warga gunakan untuk keluar masuk kendaraan roda dua.

"Kami semua yang di sini selalu sedia sampan. Jadi saat banjir, semua aktivitas kami dari rumah menuju ke motor ya menggunakan sampan," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved