Siapa Sosok Mehriban Aliyeva, Istri Presiden Azerbaijan Pernah Masuk 10 Wanita Berpengaruh di Dunia
Mehriban Aliyeva merupakan Istri Presiden Azerbaijan. Dia pernah masuk 10 wanita berpangaruh di dunia.

Siapa Mehriban Aliyeva, Istri Presiden Azerbaijan Pernah Masuk 10 Wanita Berpengaruh di Dunia
TRIBUNJAMBI.OM - Siapa sosok Mehriban Aliyeva merupakan Istri Presiden Azerbaijan. Dia pernah masuk 10 wanita berpangaruh di dunia.
Seorang penembak jitu Iran pekan lalu mendokumentasikan kehadiran Presiden Azerbaijan dan istrinya di wilayah Karabakh, yang baru saja diserahkan pasukan Armenia.
Dari jarak jauh lewat kamera teropong sang penembak jitu, Ilham Aliyev dan istrinya, Mehriban Aliyeva yang mengenakan seragam militer, terlihat berfoto ria.
Para pengawal menjaga keduanya dari jarak cukup dekat. Sejumlah kendaraan rombongan kepresidenan terparkir tak jauh dari mereka.
Baca juga: Millendaru Ditangkap Bersama Pria J & Penulis Surat Kecil untuk Tuhan, Barang Bukti Sabu Sisa Pakai
Baca juga: Letnan Ginting Geleng Geleng Lihat Sniper Kopassus Beraksi, 49 Peluru Kena Musuh, Kebal Ular
Baca juga: DAFTAR 9 Pasukan Khusus Paling Mematikan di Dunia, Pernah Misi Luar Biasa Penyitaan Masjidil Haram
Mehriban Aliyeva yang terlihat modis dalam balutan seragam loreng dan sepatu boot serta bertopi, memotret permukiman penduduk yang porakporanda.
Situs DailySabah.com pada 19 November 2020 menyebutkan, Ilham Aliyev dan istrinya yang juga Wakil Presiden Azerbaijan, mengunjungi jembatan kuno Khudaferin, di kota Jabrayil, dekat perbatasan Iran.

Foto-foto itu mengundang kritik dari pihak Azerbaijan, karena dinilai sensitif dari sisi keamanan. Sementara orang-orang Armenia berkomentar, seharusnya si penembak jitu menembak pasangan itu.
Tentara Azerbaijan membebaskan pusat kota Jabrayil dan beberapa desa dari pendudukan Armenia pada pertengahan Oktober 2020.
Baca juga: Teka-teki Olivia Alan dan Denny Sumargo Pacaran yang Misterius, Ternyata Seperti Ini
Hari itu, Senin (18/11/2020), Aliyev dan istrinya mengunjungi daerah-daerah yang dibebaskan setelah hampir tiga dekade di bawah pendudukan pasukan Armenia.
Lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran enam minggu antara Azerbaijan dan tetangganya Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh.

Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia memburuk sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh.
Wilayah ini dianggap bagian tak terpisahkan dari Azerbaijan sejak lama, termasuk tujuh wilayah berdekatan di kawasan strategis dan kaya minyak itu.
Baku tembak pertama meletus 27 September 2020. Rusia mengupayakan gencatan senjata, namun tidak pernah efektif. Kedua pihak saling melakukanpelanggaran.
Baca juga: Septya Bersyukur Dua Kali Persalinan Gratis dan Fasilitas Memuaskan Berkat JKN-KIS
Baca juga: Hujan Deras Sejak Minggu Malam, Sejumlah Desa di Merangin Kebanjiran
Baca juga: BPBD Sarolangun Sebut Banjir di Kecamatan Limun Hanya Lewat Saja
Azerbaijan yang didukung Turki secara politik maupun militer, bersikeras menggunakan cara militer untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh, yang mayoritas dihuni etnis Armenia.