Anak 8 Tahun Sudah Lincah Mencuri di 23 TKP, Dicekoki Sabu-Sabu oleh Bapaknya Sejak Umur 2 Bulan

Masa lalu anak tersebut pun cukup suram. Dia dicekoki sabu-sabu sejak umur 2 bulan oleh ayanya sendiri.

Editor: Sulistiono
Shutterstock
Ilustrasi pencurian - Anak 8 tahun sudah lincah mencuri di 23 TKP, dicekoki sabu-sabu oleh bapaknya sejak umur 2 bulan 

TRIBUNJAMBI.COM - Anak usia 8 tahun sudah pintar mencuri. Bahkan, dia sudah mencuri di 23 tempat kejadian perkara (TKP).

Masa lalu anak tersebut pun cukup suram. Dia dicekoki sabu-sabu sejak umur 2 bulan oleh ayanya sendiri.

Baca juga: Tiba-tiba Pesan Cak Nun 3 Tahun Lalu di ILC TV One soal Klaim Kebenaran Diunggah Ulang, Ada Apa?

Saat tumbuh di usia 8 tahun, anak itu tumbuh semakin besar, tak punya rasa takut dan mengindap kleptomania.

Uang hasil mencuri digunakan untuk membeli tembakau gorila dan dibagi-bagikan ke teman-temannya.

Polsek Nunukan, Kalimantan Timur pun kewalahan karena banyaknya laporan pencurian yang dilakukan B.

Baca juga: Penampakan Millen Cyrus Pakai Baju Tahanan Berwarna Oranye, Menangis saat Dihadapkan Depan Wartawan

Ternyata, masa lalu B mengalami kepiluan.

Sejak usia 2 bulan sudah dicekoki sabu-sabu dicampurkan susu oleh ayahnya agar tak menangis.

Akibatnya, sekarang B tak memiliki rasa sakit dan takut dan kini mengidap kleptomania.

Sedangkan ayahnya saat ini dijeblsokan ke penjara tersangkut kasus narkoba.

Baca juga: KONTROVERSI Baliho Habib Rizieq Shihab, Mayjen Dudung Abdurachman: Kritikan Sedikit, Dukungan Banyak

Cerita B pun seolah menyesakkan dada bagi masyarakat.

Di usianya yang masih dini, dia sudah lincah mencuri dan membuat warga sekitar resah.

Saking banyaknya kasus pencurian di Nunukan ulah bocah B, Polsek Nunukan pun kewalahan.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com (grup Tribun Jambi), ayah B sengaja mencampur susu bayi dengan sabu-sabu sejak B berusia dua bulan.

Baca juga: Sejumlah Madrasah di Tanjabtim Bakal Mendapatkan Bantuan Dana Hibah Rp 15-20 Juta Tahun Ini

Alasannya yakni agar bocah malang itu tak rewel.

Ketika beranjak besar, B tidak memiliki rasa sakit dan takut.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved