Pilkada di Jambi

Jaringan Internet di Batanghari Tak Rata, KPU Khawatirkan Penggunaan Sirekap Saat di Daerah Pelosok

Penggunaan Sirekap pada penghitungan suara sebenarnya mempermudah, karna menggunakan teknologi.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
(Tribun Jambi/ Musa)
Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, KPU Kabupaten Batanghari, Hasyim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Batanghari, Hasyim mengungkap kendala dalam proses penghitungan dan rekapitulasi suara di Pilkada 2020 mendatang.

Pilkada tahun ini sedikit berbeda bahwasanya penghitungan suara dengan penggunaan aplikasi Sistem Informasi atau Sirekap.

Penggunaan Sirekap pada penghitungan suara sebenarnya mempermudah, karna menggunakan teknologi.

Akan tetapi di sisi lain, seperti sarana dan prasarana ponsel pintar dan internet serta SDM yang mumpuni haruslah ada.

Baca juga: Paniknya Nikita Mirzani Diskakmat Soimah Saat Bahas Ariel NOAH, Nyai: Dia Ada Tempat Khusus!

Baca juga: Arab Saudi Dibom Saat Peringati Akhir Perang Dunia, Prancis hingga Amerika Sebut Pengecut, Pelakunya

Baca juga: Sinopsis Blood Episode 17 Tayang di NET TV, Ji Sang Menyelamatkan Hyun Woo yang Dicekik Vampir

Saat dikonfirmasi Tribunjambi.com Hasyim Selaku Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Batanghari mengatakan terkait penggunaan Sirekap di tingkat KPPS akan digencarkan pada Pilkada serentak 2020 ini.

"Pemegang Sirekap ini nantinya KPPS, Ada 664 TPS di Kabupaten Batanghari, sebelum pencoblosan para KPPS itu akan ikuti Bimtek," kata Hasyim, Kamis (12/11/2020) siang.

"Mungkin perwakilan saja dari jumlah semua KPPS tujuh orang, diambil dua atau tiga orang,” katanya lagi.

Hasyim mengakui bahwa wilayah di Kabupaten Batanghari tidak semua jaringan internetnya bagus, mengenai hal itu dirinya akan mempertanyakan pada saat pertemuan di Bandung dalam waktu dekat ini.

"Saya khawatirkan di desa pelosok, jaringan internet persis mungkin tidak ada,” ujarnya.

“Solusi ini yang belum KPU Batanghari temukan, seperti apa nanti jika terjadi hal seperti itu, maka pertemuan nanti di Bandung akan saya tanyakan,” beber Hasyim.

Sementara, simulasi tingkat provinsi di Kelurahan Sridadi beberapa waktu lalu dikatakan Hasyim bahwa penggunaan Sirekap pada waktu itu tidak ada kendala.

Menurut Hasyim, penggunaan Sirekap akan memperhemat waktu.

"KPPS cukup menulis formulir C-Hasil-KWK dalam kertas berukuran besar, lalu difoto dan diunggah dalam Sirekap,” tambahnya.

Ia mengatakan, KPU Batanghari akan lakukan simulasi di Kecamatan Muara Tembesi. Uji coba ini lah nanti bakal diketahui ada kendala atau tidak.

“Jelasnya uji coba nanti akan memastikan keadaan sinyal nya, jika sinyal nya lemah, KPU Batanghari akan ambil sikap,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved