Imbas Corona, Bisnis Advertising dan Digital Printing Jambi Sepi Pemesan
Dikatakan Resky Saputra (25) pemilik Galaxi Creations Printing pemesanan sangat menurun drastis dari biasanya.
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 mempengaruhi semua bidang usaha tidak terkecuali bisnis advertising dan digital printing di Jambi.
Usaha advertising dan digital printing yaitu percetakan, sablon, reklame seperti pembuatan spanduk, banner, bordir, brosur, baliho, cetak nota, kartu nama, undangan, stempel, stiker, PIN, mendali dan lainnya.
Dari pantauan Tribunjambi.com pada beberapa bisnis adversitising dan digital printing di Jambi untuk pemesanan dan pendapatan sangat menurun drastis selama pandemi.
Biasanya masa pemilu dinantikan karena pesanan alat kampanye akan banyak, namun nyatanya sekarang malah sepi.
Dikatakan Resky Saputra (25) pemilik Galaxi Creations Printing pemesanan sangat menurun drastis dari biasanya.
Baca juga: Digosipkan Jalani Hubungan Terlarang Hingga Kumpul Kebo, Ini Profil Tora Sudiro dan Mieke Amalia
Baca juga: Cerita Nurbaya Penjahit Masker di Tanjabbar Ikut Lomba Hingga Terus Terima Orderan Jahit Masker
Baca juga: Cuaca Bulan Oktober Masih Bersahabat, Para Nelayan di Tanjabtim Masih Bisa Melaut
“Misalnya untuk spanduk perhari ada pesanan 10 meter, kalau sekarang paling banyak 5 meter,” ujarnya di Galaxi Jalan Slamet Riyadi, Kamis (22/10/2020).
Resky mengatakan untuk usaha percetakan masa pemilu itu sangat dinantikan karena akan banyak pemesanan untuk alat-alat kampanye.
Namun, diluar dugaan adanya pandemi Covid-19 pemesanan masa pemilu sekarang dengan pemilu sebelumnya berkurang 40 persen.
“Ada pesanan alat kampanye dari Batanghari, seperti spanduk pesanannya dua ribu meter, kalender tidak banyak, masker lumayan banyak. Tapi kalau pemilu sebelumnya lebih dari sekarang ini” ujarnya.
Arsa Pemilik Arsa Adverstising dan Digital Printing yang berlokasi di samping Taspen Jambi mengatakan pandemi Covid-19 sangat berdampak pada usahanya dan
ditempatnya belum ada yang memesan alat-alat kampanye.
“Di sini belum ada yang memesan alat kampanye. Namun untuk pesanan lain masih ada seperti pesanan spanduk, stempel. Tapi sangat sepi pesanan sekarang, kadang berhari-hari kita tidak bekerja, tidak ada pesanan,” ucapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Joni (37) Pemilik Digital Printing Mega Prima yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi (depan PDAM Broni) mengatakan, bahwa selama pandemi untuk penjualan dan penghasilan usahanya sangat menurun drastis yaitu lebih dari 80 persen dengan sebelum pandemi.
“Pendapatan sangat menurun sekali, bahkan pernah dua sampai tiga minggu tidak ada pemesanan. Jadi ya kita enggak ada kerjaan kalau enggak ada pesanan,” ujarnya.
Joni mengatakan penyebab turunnya pesanan dan pemasukannya karena saat pandemi seperti sekarang kegiatan banyak yg terhenti dan terbatas.
“Seperti orang nikahan banyak yg diundur, jadi pesanan untuk undangan sangat sepi. Pesanan spanduk dari kantor-kantor juga enggak ada karena katanya dananya diarahkan untuk covid,” ujarnya.