Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Cuaca Bulan Oktober Masih Bersahabat, Para Nelayan di Tanjabtim Masih Bisa Melaut

Edwin, salah satu nelayan di Kecamatan Kuala Jambi menuturkan, saat ini aktivitas melaut masih terbilang normal dan kondisi ombak masih tidak terlalu

Tribunjambi/Abdullah Usman
Perahu nelayan tengah bersandar di dermaga pinggiran kampung laut Kecamatan Kuaka Jambi. Nelayan keluhkan minimnya hasil tangkpan ikan. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Musim penghujan semakin intens terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), aktivitas melaut nelayan masih terbilang normal.

Edwin, salah satu nelayan di Kecamatan Kuala Jambi menuturkan, saat ini aktivitas melaut masih terbilang normal dan kondisi ombak masih tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Kalau sekarang gelombang masih seperti biasanya. Walaupun hujan, tapi tidak disertai angin yang kencang," katanya, Kamis (22/10/2020).

Dia mengungkapkan, memang kalau pada Oktober nelayan masih melaut. Tapi kalau sudah masuk di akhir November ke Desember, hujan disertai angin kencang cukup tinggi, sehingga ombak pun bisa mencapai 2 meter.

Baca juga: Apa Itu Kumpul Kebo, Mengapa Artis dan Orang-orang Bisa Keenakan Begini

Baca juga: Android Ungguli Apple, Baterai iPhone 12 Terkuras 20 Persen Lebih Cepat di Jaringan 5G Dibanding 4G

Baca juga: Serunya Berbagi Ilmu Bersama Tisa Julianti, Profesional Dubbing Kartun dan Voice Over Iklan

"Ya, kalau sekarang pendapatan hasil melaut pun masih lumayan, istilahnya tu masih ngisi lah, masih bisa untuk mencari uang," ungkapnya.

Sementara, hal senada juga disampaikan Madi, yang juga merupakan nelayan di Kecamatan Kuala Jambi. Dia baru saja pulang dari melaut dan kondisi ombak normal, walaupun paginya sempat diguyur hujan.

"Pagi tadi saja sempat hujan, tapi gelombang tidak besar, ya seperti biasa," singkatnya.

Terpisah, Kepala BPBD Tanjabtim, M Jakfar melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Indra S Gunawan mengatakan, bahwa pihaknya telah menyampaikan surat ke BMKG Provinsi Jambi terkait prediksi ombak yang akan terjadi di laut Kabupaten Tanjabtim.

"Sekarang kita masih menunggu surat dari BMKG. Saya tidak bisa mengeluarkan statemen tanpa ada dasarnya, kita tunggu saja," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved