Berita Muaro Jambi
Usai Penggalian Parit, Warga dan Ketua RT di Desa Kasang Pudak Sebut Tak Terjadi Banjir Lagi
Seperti yang disampaikan oleh Jaswadi warga yang paling lama tinggal di desa tersebut.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - Sepanjang empat kilometer normaslisai penggalian drainase di RT 16 Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi sebut tidak alami kebanjiran.
Seperti yang disampaikan oleh Jaswadi warga yang paling lama tinggal di desa tersebut.
Ia mengatakan, setelah penggalian parit tersebut belum ada terjadi kebanjiran.
"Sebelum tahun 2000 saya sudah tinggal di sini. Sebelum parit ini digali dulunya seringlah kebanjiran kecil-kecilan, setelah parit ini di kerok belum ada lagi," jelasnya, Minggu (11/10/2020).
• Sampah dari Galian Parit Dibuang ke Badan Jalan, Warga Kasang Pudak Protes, Ini Komentar PUPR
• Download Lagu Sholawat Nabi Spesial Nissa Sabyan Full Album, Ada Video Religi Terbaru Habib Syech
• Kasus Covid-19 DKI Jakarta Melambat, Anies Baswedan Kembali Berlakukan PSBB Transisi, Ini Jadwalnya
Sementara ketua RT setempat, Ursula Yunianti mengatakan normalisasi drainase tersebut yang melintasi dari RT 16 hingga RT 28 panjangnya kurang lebih empat kilometer tersebut tidak ada masalah.
Tanah serta sampah penggalian parit ini memang sengaja mereka letakkan di badan jalan dan hampir semua warganya telah tanda tangan dan menyetujui penimbunan tersebut.
"Saya juga dapat laporan kabarnya ada tujuh rumah yang kena banjir, setelah parit ini dikerok, setahu saya belum ada banjir lagi ya, dan masyarakat sini sangat bersyukur Alhmdulilah paritnya sudah digali tidak ada lagi kebanjiran," jelasnya.
Ia juga mengakui sebelum normalisasi drainase tersebut sering banjir, ketika hujan deras dengan adanya pengalian parit tersebut tidak ada lagi kebanjiran.
"Karena parit ini sudah besar, sebelum nya parit kecil, dengan adanya begini mudahan tidak ada kendala," tutupnya.