Positif Corona Jambi Tambah

Dinkes Muaro Jambi Tanggapi Keluhan Pasien Covid-19 yang Diisolasi di RSUD Ahmad Ripin

Ia mengatakan cara penanganan terhadap pasien yang diisolasi tersebut sudah dengan standar medis.

Tribunjambi/Hasbi
Kabid P2P Dinas Kesehatan Muaro Jambi Afifudini 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Menanggapi adanya pasien positif Covid-19 yang diisolasi di RSUD Ahmad Ripin menyampaikan keluhan tentang fasilitas dan layanan tidak sesuai protap kesehatan.

Hal itu ditanggapi oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Muaro Jambi Afifudini.

Ia mengatakan cara penanganan terhadap pasien yang diisolasi tersebut sudah dengan standar medis.

"Apa yang disampaikan pasien tersebut seakan tidak pernah diperiksa oleh dokter spesialis itu nggak bener, dokter spesialis kita dapat laporan bahwa jaganya hari apa siapa menjaga kemudian hasil kegiatan sudah tertata rapi di dalam setiap family folder," jelasnya, Rabu (7/10/2020).

Karni Ilyas Dalam Masalah! Topik ILC Semalam Diprotes Habis-habisan, Ini Alasannya Tak Ganti Topik

Polda Jambi Akui Kecolongan Terkait Aksi Penyerangan di Kantor DPRD Kota Jambi

Terjadi Keributan di Sipin Kota Jambi, Iring-iringan Massa Demo Sampai Serang Pengguna Jalan

Ia juga mengatakan menurut teman-teman yang sekarang lagi diisolasi di RSUD Ahmad Ripin tidak sesuai layan dan protokol kesehatan itu tidak benar juga.

"Rumah sakit sudah dilakukan sesuai dengan prosedur medis,memang adanya keluhan secara individual its ok lah, dengan adanya cuitan seperti ini, kita akan khawatirkan nanti masyarakat memandang bahwa layanan di Rumah Sakit benar-benar kurang, namun kenyataan tetap sesuai SOP, " kata Afifudin.

Semua pasien yang di isolasi tersebut memang semuanya ORG, penanganan nya tidak membendakan degan pasien lainnya, tetapi tidak seperti yang mereka sampaikan.

"Mereka juga sudah ada di siapkan rumah perawatan tersendiri bebas dari penyakit yang lain infeksi, mereka juga ada jemuran,ada pemberian obat itu sesuai dengan indikasi medis," ucapnya.

Kemudian kondisi ruangan yang memang ditutup saat digembok itu bukan berarti pihak dinkes membatasi gerakan mereka.

"Memang aturan bahwa supaya memungkinkan yang kebiasaan merokok di luar kemudian ngobrol-ngobrol di luar itu sudah mulai dibatasi," sebutnya.

Guna ruangan digembok untuk memperbanyak waktu istirahat mereka, dan berharap kasus ini cepat segera baik perbaikan tubuhnya tidak sampai pada menunjukkan gejala-gejala yang memburuk.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved