Terpilih Sebagai Presiden PKS, Ahmad Syaikhu Tegaskan Sikap Politik Partai Tetap Sebagai Oposisi
Ahmad Syaikhu terpiilih sebagai Presiden PKS periode 2020-2025. PKS tegaskan sikap politik partai tetap sebagai oposisi
TRIBUNJAMBI.COM - Ahmad Syaikhu terpiilih sebagai Presiden PKS periode 2020-2025. Terpilih sebagai Presiden PKS, Ahmad Syaikhu tegaskan sikap politik partai tetap sebagai oposisi
Perubahan struktur kepengurusan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) tak akan mengubah sikap politik partai tersebut terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
PKS memastikan, akan terus berada di jalur oposisi di tengah tingginya dukungan partai politik terhadap pemerintah.
Kondisi ini dinilai dapat menguntungkan PKS di kemudian hari, jika partai tersebut konsisten dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.
• Mencuat Isu Pemberian Jabatan Wakil Menteri Tenaga Kerja Usai Dua Bos Buruh Bertemu Presiden Jokowi
• Sikap Ngelunjak Rizky Billar Ingin Cium Lesty Kejora Buatnya Menangis Disorot: Harusnya Ekstrim Lagi
• RUU Cipta Kerja Disahkan DPR, Ini Pasal-pasal Kontroversial dalam Bab Ketenagakerjaan
Sidang musyawarah Majelis Syura PKS di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (5/10/2020), menetapkan Ahmad Syaikhu sebagai Presiden PKS periode 2020-2025.
Syaikhu menggantikan jabatan Sohibul Iman yang telah memimpin partai tersebut sejak 2015. Pada saat bersamaan, Majelis Syura PKS juga menetapkan Aboe Bakar Al Habsyi sebagai Sekretaris Jenderal dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum PKS.
Selain itu, Salim Segaf Al-Jufrie juga kembali ditetapkan sebagai Ketua Majelis Syura.
Syaikhu menegaskan bahwa partainya akan tetap berada di jalur oposisi.

"Sikap politik PKS tetap istiqomah bersama rakyat menjadi kekuatan oposisi mengawal dan mengawasi jalannya roda Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf," kata Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (5/10/2020).
"Meskipun PKS di luar pemerintahan, PKS berkomitmen menjadi partai yang siap turun tangan menyelesaikan berbagai permasalahan yang membebani rakyat. PKS akan hadir sebagai bagian dari solusi bukan bagian dari masalah," imbuh dia.
Ia melanjutkan, saat ini Indonesia tengah dilanda multi krisis, mulai dari krisis kesehatan, krisis ekonomi hingga krisis kepemimpinan nasional.
• Sikap Sherrin Tharia Usai Heboh Isu Zumi Zola Idap Diabetes hingga Penglihatan Terganggu Disorot
• UU Cipta Kerja Sudah Disahkan, Ketua DPR Bilang Itu Utamakan kepentingan Nasional
• Mama Muda Ini Pecewa Putrinya Yang Pelajar SMP Jadi Pemuas Nafsu, Pamit Mau Buat Konten Youtube
Oleh karena itu, menurut mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu, langkah PKS dengan tetap berada di luar pemerintah adalah demi menyuarakan dan membela kepentingan masyarakat.
"Kunci keluar dari krisis adalah semangat kebersamaan dan setia pada cita-cita luhur para pendiri bangsa. Konsisten berjuang menegakan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NRI 1945 dan ajaran agama. Menjadikan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kepentingan kelompok dan golongannya," tegas Syaikhu.
Dongkrak elektabilitas
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consukting Pangi Syarwi Chaniago menilai, konsistensi PKS sebagai kekuatan oposisi akan menguntungkan partai tersebut di kemudian hari.