Berita Nasional

Mirisnya Nasib Ari Askhara, Dulu Bos Garuda Indonesia Lalu Didepak Erick Thohir, Kini Jadi Tersangka

Ari Askhara kini ditetapkan jadi tersangka atas kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase Tribunnews.com/Apfia dan Kompas.com/Rully
Ari Askhara, Dirut Garuda resmi dipecat Menteri BUMN, Erick Thohir karena menyelundupkan onderdil Harley. Ternyata, ia punya harta kekayaan senilai Rp 37,5 miliar. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara kini bernasib miris usai didepan Menteri BUMN, Erick Thohir dari maskapai plat merah itu.

Ari Askhara kini ditetapkan jadi tersangka atas kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia itu telah resmi menjadi tersangka..

Lalu seperti apa profil lengkap Ari Askhara Eks Dirut Garuda ini.

Ari lahir di Jakarta pada tanggal 13 Oktober 1971.

Ia merupakan lulusan Sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan pendidikan Pascasarjana (S2) Administrasi Bisnis Jurusan International Finance di Universitas Indonesia.

Sambil Menangis, Nagita Slavina Jelaskan Kondisi Rafathar: Sebagai Orangtua Enggak Mau Dia Susah

Ingat Ari Askhara yang Ditendang Erick Thohir dari Garuda Indonesia? Kini Jadi Tersangka Kasus Ini

Sisi Asih Akui Percakapan Ukuran Pakaian Dalam, Singgung si Wanita Spesial Ari Askhara dan Nama Baik

Karier:

- Menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (12/9/2018).

Ari menggantikan Pahala N Mansyuri.

- Dirut Pelindo III. Dari jejak rekamnya, Ari memang bolak-balik mengisi jajaran direksi BUMN (Mei 2017-2018)

- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia (2014-2016.)

- Direktur Keuangan PT Pelni (2014).

- Direktur HR dan Pengembangan sistem di PT Wijaya Karya (Persero) (Tbk), sebelum kembali lagi menjadi pimpinan di Pelindo III.

Berdasarkan LHKPN yang diserahkan Ari pada 28 Maret 2019 itu, Ari tercatat hanya memiliki tiga alat transportasi dan mesin berupa mobil.

Nilai totalnya mencapai Rp 1,37 miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved